In Christo gaudium et spes (Dalam kegembiraan dan harapan Kristus)
Thomas Joseph Murphy (3 Oktober 1932 – 26 Juni 1997) adalah seorang prelat Katolik Amerika Serikat yang menjabat sebagai uskup agung Seattle di Negara Bagian Washington dari 1991 sampai 1997. Pada masa sebelumnya, ia menjabat sebagai uskup Great Falls-Billings di Montana dari 1978 sampai 1987 dan sebagai uskup agung koajutor Seattle dari 1987 sampai 1991.[1]
Murphy ditahbiskan menjadi imam untuk Keuskupan Agung Chicago di Kapel Perawean Tak Bernoda di Saint Mary oleh Kardinal Samuel Stritch pada 1958. Paada 15 September 1973, Kardinal John Cody mengangkat Murphy menjadi rektor Seminari Santa Maria, sebuah jabatan yang ia emban sampai 1978.[2][3]
Pada 26 Mei 1987, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Murphy menjadi uskup agung koajutor Seattle, denagn hak suksesi langsung untuk Uskup Agung Raymond Hunthausen. Pengangkatan Murphy dilakukan setelah serangkaian kontroversi terkait Hunthausen, yang mula-mula diminta oleh kunjungan apostolik ke keuskupan agung yang diperintahkan oleh Kardinal saat itu Joseph Ratzinger, prefek Kongregasi untuk Doktrin Iman. Ratzinger menganggap bahwa Hunthausen melanggar doktrin gereja. Pada 3 Desember 1985, Paus mengangkat Padri Donald Wuerl menjadi uskup auksilier Seattle, dengan otoritas untuk menaungi Hunthausen dalam banyak urusan kepentingan.[6] Setelah protes dari Hunthausen dan prelat Amerika lainnya, Paus Yohanes Paulus II mencabut Wuerl dan mengangkat Murphy menjadi uskup agung koajutor dengan otoritas yang kurang mendesak.[6]
Uskup Agung Seattle
Murphy secara otomatis menjadi uskup agung Seattle setelah Hunthausen pensiun pada 21 Agustus 1991. Sebagai uskup agung, Murphy mengunjungi paroki-paroki di sepanjang keuskupan agung tersebut dan menjadi advokat untuk orang miskin dan kehilangan hak pilih. Ia menaungi renovasi besar-besaran Katedral Santo Yakobus di Seattle, yang dirampungkan pada 1994. Di bawah kepengurusan Murphy, keuskupan agung tersebut mengalami peningkatan jumlah umat Katolik terdaftar, dan peningkatan jangkauan dan pelayanan untuk wanita, berbagai kelompok etnis dan orang-orang LGBTQ.[7]
Pada 1992, Murphy membuka Elizabeth House di Seattle, yang menyediakan pelatihan medis dan pekerjaan untuk remaja hamil.[8]