Sebuah tanjung pasir sepanjang 1,5 kilometer (0,93 mil) telah selesai dibangun dan kemudian menjadi Pantai Serasa.[4] Pada awal tahun 1988, pengumpulan kualitas air dilakukan sebelum pembuangan limbah dari Instalasi Pengolahan Limbah Muara.[5] Dilaporkan juga pada tahun 1989, Penaeus monodon dan Penaeus setiferus dibudidayakan di teluk tersebut.[6]