Klub Kayak Kerajaan Brunei,[5] Asosiasi Selancar Angin Kerajaan Brunei dan Kompleks Olahraga Air Serasa[6] terdapat di sekitar pantai.[7] Pantai ini terkenal untuk selancar angin, kayak dan jet ski.[8] Selain itu, pantai ini juga merupakan tempat rekreasi dan memancing.[9]
Pada tanggal 18 Maret 2014, Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah membuka kembali pantai tersebut setelah selesainya renovasi pantai senilai B$3,45 juta.[10] Setelah air pasang pada tahun 2018, yang menyebabkan puing-puing dan sampah terdampar di pantai dan jalan-jalan di dekatnya. Dari tanggal 20 hingga 22 September 2019, pantai ini menjadi tuan rumah Kejuaraan Berlayar BDYA Perdana 2019.[11] Pada tahun 2021, tempat sampah daur ulang telah didirikan oleh gerakan pembersihan pantai yang dilakukan oleh Universitas Brunei Darussalam (UBD) pada tanggal 7 Februari 2022.[12]
↑ASEAN from Space (dalam bahasa Inggris). Geo-Informatics and Space Technology Development Agency (Public Organization). 2001. hlm.31. ISBN978-974-229-080-1.
↑Borneo Bulletin Brunei Yearbook (dalam bahasa Inggris). Brunei Press Sdn. Bhd. in collaboration with Integrated Information Pte. Limited. 2007. hlm.E-60.