Tatacipta memulai kariernya pada April 1994 sebagai staf pengajar di Fakultas Teknologi Industri (kini Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara) ITB dan staf peneliti di Pusat Rekayasa Industri ITB.
Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya meliputi: Wakil Direktur Hubungan Internasional di Direktorat Kemitraan dan Hubungan Internasional ITB (2015–2020), Sekretaris Komisi Nilai-nilai Luhur pada Forum Guru Besar ITB (2017–2019), Ketua Komisi Keilmuan Masa Depan di Forum Guru Besar ITB (2020) dan Ketua Forum Dekan Teknik Indonesia (2021– sekarang).[3][4]
Tatacipta resmi dilantik sebagai Guru Besar di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, dengan orasi ilmiah berjudul “Menuju Desain Struktur yang Lebih Aman: Mekanika Komputasional untuk Kemandirian Bangsa”.[5][1]
Ia merupakan Ketua Kelompok Keahlian Mekanika Padatan dan Struktur Ringan (2019–2023). Kemudian pada 2020, Tatacipta terpilih sebagai Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB periode 2020–2024.[3]
Pada 20 Januari 2025, ia dilantik sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung periode 2025–2030. Sebelumnya, ia terpilih melalui Sidang Pleno Majelis Wali Amanat (MWA) ITB yang dipimpin oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor ITB, Ignasius Jonan pada 28 November 2024, setelah Senat Akademik ITB mengajukan 3 nama, yakni Tatacipta Dirgantara, Irwan Meilano, dan Brian Yuliarto.[6]
Kehidupan Pribadi
Ia menikah dengan Julia Mufidah Ahmad dan dikaruniani 3 anak. Tatacipta adalah anak dari Ir. Anwari (alm), seorang mantan dosen senior Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.