Orasi ilmiah adalah pidato yang disampaikan oleh seorang akademisi, ilmuwan, atau tokoh keilmuan dalam konteks institusional, seperti perguruan tinggi, lembaga penelitian, atau forum ilmiah. Orasi ilmiah bertujuan untuk menyampaikan suatu gagasan, temuan, refleksi konseptual, atau pandangan kritis mengenai suatu bidang ilmu pengetahuan, dengan merujuk pada perkembangan mutakhir, pengalaman riset, atau kontribusi keilmuan pemberi orasi.[1][2] Dalam praktiknya, orasi ilmiah dibedakan dari kuliah biasa karena bersifat seremonial, representatif, dan disampaikan kepada pendengar dari lintas disiplin. Selain digelar dalam institusi akademik, dalam praktiknya orasi ilmiah juga digelar di institusi lain yang secara umum menyelenggarakan pendidikan, baik formal maupun non formal.[3]
Dalam dunia akademik di Indonesia, orasi ilmiah umumnya diselenggarakan sebagai bagian dari acara resmi institusi terkait, seperti dalam seremoni pengukuhan guru besar, peringatan hari jadi (dies natalis) institusi[4], atau acara lain yang berbentuk sidang/rapat senat terbuka.[5] Konten orasi biasanya tidak terbatas pada hasil penelitian spesifik, tapi juga sintesis pemikiran, arah perkembangan riset dan kajian, serta implikasi sosial politik dari suatu bidang studi. Meskipun disampaikan secara lisan, teks orasi ilmiah umumnya dipublikasikan dalam bentuk cetak atau digital sebagai bagian dari arsip akademik.Orasi ilmiah juga bisa jadi bermuatan birokrasi dan politik, disampaikan oleh pejabat pemerintahan[4] untuk menyampaikan hasil kinerjanya, atau menjadi refleksi keberpihakan suatu entitas.[6]
Referensi
↑"Orasi". Penerbit BRIN. Diakses tanggal 2026-02-10.