TVRI Jakarta bermula dari TVRI Programa 2 Jakarta, yang mengudara pertama kali pada 1 Januari 1983. Saat itu, Programa 2 hanya memiliki satu mata acara, yaitu siaran berita berbahasa Inggris berjudul English News Service setengah jam pukul 18:30 WIB di bawah tanggung jawab bagian Pemberitaan,[5][6][7] yang menargetkan kaum ekspatriat asing yang tinggal di Jakarta. TVRI Programa 2 diciptakan karena pada saat itu TVRI Stasiun Pusat Jakarta hanya boleh mempergunakan bahasa Indonesia dalam siarannya.[8] Selama hampir 6 tahun, acara tersebut merupakan acara tunggal yang ditayangkan oleh Programa 2. Karena saat itu siaran Programa 2 menggunakan kanal 8 VHF (203,25MHz), maka awalnya Programa 2 hingga 1989 juga dikenal dengan nama Saluran 8.[9][10][11]
Seiring waktu, demi mengantisipasi keinginan publik akan siaran yang lebih berbeda dan menyesuaikan karakter DKI Jakarta dan sekitarnya, maka Programa 2 diluncurkan ulang pada 1 April 1989. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya perbaikan dan peningkatan menyeluruh dalam lingkungan Direktorat Jenderal Radio, Televisi, dan Film Departemen Penerangan RI.[12][13][14][15] Programa 2 (kemudian juga dikenal dengan nama TVRI 2 dan juga sempat direncanakan bernama Programa Metropolitan)[16] kemudian dikembangkan dengan meningkatkan jam tayangnya (menjadi jam 18:30-21:00 WIB)[17] dan menambah variasi acaranya, seperti berita lokal Jakarta, serial Barat, kuis, musik, olahraga, maupun kebudayaan seperti lenongBetawi. Jam tayangnya kemudian juga diperpanjang lagi menjadi 16:30-21:00 WIB sejak 1 Oktober 1990.[6][18][19][20][21] Secara garis besar, dapat diamati bahwa saat itu TVRI Programa 2 Jakarta menargetkan program berbasis musik dan hiburan untuk anak muda atau remaja, berbeda dengan TVRI Stasiun Pusat yang berfokus pada informasi.[22]
Dalam pendanaannya, selain memperoleh dari TVRI, Programa 2 juga sempat mendapatkan bantuan dari Pemda DKI.[23][24] Meskipun demikian, untuk pengelolaannya saat itu Programa 2 masih bergantung pada TVRI Nasional dan masih belum memiliki studio siaran sendiri.[22] Awalnya, pemerintah juga sempat merencanakan agar Programa 2 bisa menerima iklan secara selektif.[25] Meskipun pada akhirnya rencana ini tidak pernah terwujud, tetapi sejak 1996 acara bersponsor mulai diizinkan dalam siaran Programa 2, bekerjasama dengan PT Pilar Kumalajaya.[26] Model Programa 2 ini kemudian juga ditiru di sejumlah daerah, seperti Surabaya (sejak 10 November 1991),[27] maupun rencana (yang tidak terealisasi) seperti di Bandung, Medan dan Denpasar.[6]
Nama TVRI Programa 2 kemudian sempat timbul-tenggelam dan ditinggalkan penontonnya, diduga karena susunan acara yang nampak makin mirip dengan siaran TVRI Nasional.[26] Namun, siarannya tetap berlangsung pukul 16:00-21:00 WIB dengan aneka program berita dan hiburan. Selain itu, Programa 2 juga sempat merencanakan untuk bekerjasama dengan pihak swasta dalam manajemen dan pemograman, memindahkan frekuensinya dari VHF ke UHF, serta memfokuskan siarannya pada paket-paket program jadi (can product) yang disesuaikan dengan masyarakat metropolitan Jakarta.
Belakangan, di tanggal 26 Maret 2007, TVRI DKI Jakarta resmi diluncurkan,[28] kemungkinan bertransformasi dari Programa Dua[butuh rujukan] dengan waktu siaran selama 4 jam (14:00-18:00 WIB).[29] Perubahan ini juga menandakan Jakarta kini memiliki stasiun TVRI daerahnya sendiri, seperti provinsi lainnya di Indonesia. Nama stasiun ini kemudian berganti nama suatu waktu[kapan?] menjadi TVRI Jakarta & Banten, mencerminkan cakupan siarannya yang juga mencakup sebagian wilayah Banten (karena Banten belum memiliki stasiun TVRI Banten saat itu). Sebelum bergabung dengan TVRI Jakarta, Banten berada di bawah TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten.[30]
Sejak 30 Maret 2019, TVRI Jakarta & Banten kembali menjadi TVRI Jakarta bersamaan dengan pergantian logo TVRI yang baru.
Pada 26 Maret 2026, bertepatan dengan HUT TVRI Jakarta ke-19 tahun, secara resmi TVRI Jakarta memperpanjang siaran lokal menjadi sepanjang hari, guna memenuhi kebutuhan para penglaju di Jabodetabek dan sekitarnya pada jam sibuk.[butuh rujukan]
Saat ini, layanan MUX digital TVRI Jakarta pada saluran 43 UHF sudah lengkap sepenuhnya, dimana pada tanggal 21 April 2026 (bertepatan Hari Kartini) TVRI Banten resmi mengudara dan bergabung pada MUX 43 UHF TVRI Stasiun Jakarta dimana mengakomodir pemirsa dari Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan untuk tetap terhubung melalui konten lokal Provinsi Banten.[butuh rujukan]
Saat masih bersiaran di kanal analog, alih-alih mengudara sebagai slot siaran lokal dengan TVRI Nasional seperti halnya di stasiun TVRI daerah lain, TVRI Jakarta mengudara sebagai saluran lokal yang terpisah sejak pertama bersiaran. Sistem ini dirancang agar pemirsa memiliki pilihan antara saluran nasional dan daerah. Sistem tersebut kemudian diimplementasikan dalam siaran digital di semua stasiun TVRI daerah, di mana stasiun-stasiun tersebut idealnya memiliki saluran sendiri dan tidak berbagi jam siaran dengan TVRI Nasional.
TVRI Jakarta bersiaran lokal selama 24 jam. Di antara program TVRI Jakarta adalah program berita kotaJakarta Hari Ini yang tayang setiap hari pukul 16:00 WIB.[31]