Rodja TV bermula dari siaran melalui siaran alir (streaming) internet pada tahun 2009, kemudian memperluas siaran di televisi satelit sejak 2011.[2]
Pada Oktober 2024, Rodja TV mengumumkan sedang mempersiapkan diri untuk bersiaran melalui siaran digital terestrial (DVB-T2). Rodja TV membuka donasi pendirian siaran digital dengan membutuhkan anggaran sebesar Rp. 6 Miliar. Rodja TV juga berencana untuk bersiaran digital untuk di wilayah Jabodetabek dengan menyewa slot multipleksing TV digital yang berasal dari Jakarta.[3] Jika terealisasi, siaran Rodja TV dapat ditonton melalui pengguna televisi digital di kawasan tersebut yang menggunakan antena terestrial UHF. Mulai 1 Desember 2024, secara uji coba hingga 31 Desember 2024, Rodja TV mulai menyiarkan siaran digital terestrial untuk di wilayah Jabodetabek melalui frekuensi 40 UHF (multipleksing Trans TV Jakarta).[4][5]
Pada Februari 2026, Rodja TV akan sedang mempersiapkan untuk siaran TV Digital Terestrial DVB-T2 di wilayah Jawa Barat 1 (Bandung Raya).[6]
Pada 10 Mei 2026, Rodja TV Bandung Untuk Wilayah Bandung Raya Melalui Frekuensi 44 UHF (multipleksing Trans TV Bandung)
↑Dikala anda Menonton Televisi 4.0 (1 Desember 2024). "#DAMT_Informasi RodjaTV telah...". Diakses tanggal 1 Desember 2024– via Facebook. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)