Kereta Rel Listrik Tōkyō Metro 7000 (東京メトロ7000系code: ja is deprecated , Tōkyō Metoro 7000-kei) adalah kereta rel listrik buatan Jepang yang beroperasi di Lintas Yurakucho dan Fukutoshin sejak 1974 hingga 2022, dan lintas Jabodetabek sejak 2010 hingga 2025.[2] KRL ini berbasis dari Tokyo Metro 6000 yang digunakan di Chiyoda Line.
Sejarah
Operasional di Jepang
Rangkaian 7030F di Lintas Tokyu Toyoko, 2019.
KRL Tokyo Metro seri 7000 diperkenalkan pada tanggal 30 Oktober 1974, ketika Jalur Tokyo Metro Yurakucho pertama kali dibuka. Desainnya berbasis dari Tokyo Metro seri 6000 yang melayani Jalur Tokyo Metro Chiyoda. Awalnya dibentuk sebagai rangkaian lima gerbong, tetapi setelah Jalur Yurakucho diperpanjang ke Chikatetsu-narimasu pada tahun 1983, rangkaian seri 7000 dibentuk sebagai rangkaian sepuluh gerbong. [3]
Operasional di Indonesia
Kereta rel listrik Tokyo Metro seri 7000 saat awal operasional di Indonesia menggunakan skema livery merah-kuning di Stasiun Gambir. Di Indonesia, operasional Tokyo Metro seri 7000 diatur menjadi 8 rangkaian gerbong.
KRL Tokyo Metro seri 7000 didatangkan ke Indonesia pada Maret 2010 untuk meningkatkan pelayanan KRL Jabodetabek. Diikuti 3 trainset lainnya yang juga didatangkan ke Indonesia pada April 2010.[4]Pada awalnya, Tokyo Metro seri 7000 didatangkan masing-masing dengan 10 kereta per set, tetapi hanya dioperasikan dengan 8 kereta per set. Setelah melakukan cat ulang di Indonesia, Semua rangkaiannya berwarna sama seperti sarana KRL baru lainnya saat itu, yaitu warna merah di bagian muka, perak di badan dan strip berwarna kuning-merah.[5]
KRL Tokyo Metro seri 7000 resmi pensiun dari layanan KRL Commuter Line pada 11 November 2025. KRL ini mengakhiri masa pengabdian selama 15 tahun di Indonesia, bersama dengan Tokyu seri 8500 dan JREast seri 203, karena alasan usia sarana dan ketersediaan suku cadang. [6] Selain itu, KRL Tokyo Metro seri 7000 ditetapkan sebagai cagar budaya oleh KAI Commuter. [7]
Nomor rangkaian
7017F*
7021F*
7022F*
7023F*
saat ini, rangkaian 7017F sudah dirucat dan sudah ditanahkan secara bertahap di dipo Depok.
KRL Tokyo Metro Seri 7021F saat terbakar dan terguling akibat menabrak Truk Tangki BBM
Pada tanggal 9 Desember2013, terjadi kecelakaan di pos jaga perlintasan KA Pondok Betung (PJL 57A), Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada pukul 11.20 WIB. Rangkaian KRL tersebut menabrak truk tangki Pertamina dikarenakan sang sopir truk yang menerobos perlintasan kereta tersebut akibat palang pintu yang terlambat ditutup. Rangkaian yang terlibat adalah Tokyo Metro 7021F yang kereta depannya (KuHa 7121) anjlok, ringsek, dan meleleh di bagian depannya akibat ledakan dari truk tangki tersebut. Kejadian ini menewaskan tujuh orang termasuk masinis Darman Prasetyo, asisten masinis Agus Suroto, dan teknisi KA (TKA) Sofyan Hadi. Akibat kerusakan dari KRL ini yang sudah terlalu parah dan tidak dapat diperbaiki (meskipun hanya kereta pertama yang rusak parah), maka KRL ini berhenti beroperasi.[8]
*)Tidak pernah dioperasikan KAI Commuter secara langsung, namun pernah beroperasi di layanan-layanan yang kemudian diambil alih KAI Commuter di Jabodetabek, Bandung, Yogya-Solo, dan Surabaya
*dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (hingga 20 September 2017) dan PT Kereta Commuter Indonesia (hingga saat ini)
**dioperasikan oleh PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek (hingga 15 September 2008) & PT KA Commuter Jabodetabek (hingga 2 Juli 2011)
***operasional dialihkan dari swakelola perusahaan induk karena berfokus pada layanan antarkota dan aglomerasi.
****operasional dialihkan dari KAI Bandara