Artikel atau bagian ini sedang dalam perubahan besar untuk sementara waktu. Untuk menghindari konflik penyuntingan, dimohon jangan melakukan penyuntingan pada halaman ini selama pesan ini ditampilkan.
Halaman ini terakhir disunting pada 03.07, 8 Januari 2026 (UTC) (4 bulan lalu)– (hapus singgahan). Pesan ini dapat dihapus jika halaman ini sudah tidak disunting dalam beberapa jam. Jika Anda adalah penyunting yang menambahkan templat ini, harap diingat untuk menghapusnya setelah selesai atau menggantikannya dengan {{Akan dikerjakan}} di antara masa-masa menyunting Anda.
Sungai Pitap memiliki panjang 35 km, melewati 9 desa yang berhulu di Pegunungan Meratus tepatnya di Gunung Hauk, Desa Ajung dan bermuara ke Sungai Tabalong, di Desa Batu Piring.[3] Bagian hulu sungai didiami oleh masyarakat adat Dayak Pitap.[2]
Wilayah Sungai Pitap sebagian besarnya termasuk dalam kategori sungai dangkal dengan arus yang kuat dengan bagian dasarnya didominasi oleh bebatuan.[4]
Masalah lingkungan
Tingkat kekeruhan sungai Pitap pada tahun 2022, dirasakan semakin keruh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan terdapat aktivitas penambangan pasir, hutan yang gundul di bagian hulu sungai dan limbah dari tambang batubara.[3]
Namun, kualitas perairan sungai Pitap di bagian hulu sungai masih belum tercemar. Sedangkan di bagian tengah aliran sungai sudah sedikit tercemar dan di bagian hilir sungai sudah tercemar.[4]