Suku ini memiliki kekayaan budaya yang khas, yakni seni musik bambu dan tarian tradisional seperti Tari Gunde dan tari Empat Wayer. yang merupakan manisfestasi ekspresi seni yang digunakan dalam upacara adat dan juga untuk menyambut tamu[6].
Perekonomian Suku Sangir secara tradisional sangat bergantung pada potensi kelautan dan kekayaan lahan kepulauan. Sektor perikanan menjadi pilar utama mata pencaharian bagi mereka yang tiggal di pesisir. Sementara itu, di sektor pertanian, masyarakat sangir dikenal sebagai pengolah lahan dengan komoditas utama berupa kopra dan berbagai jenis rempah-rempah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam perdagangan lintas batas. [7]
↑Kleinen, John (2010). Pirates, ports, and coasts in Asia: historical and contemporary perspectives. Singapore Leiden, Netherlands: Institute of Southeast Asian Studies International Institute for Asian Studies. ISBN981-4279-07-2.
↑Basa, Mick (9 Maret 2014). "The Indonesian Sangirs in Mindanao". Rappler (dalam bahasa bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Desember 2016.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)