Awalnya, stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Sejak dibangunnya jalur ganda yang melayani rute Muara Enim–Tanjung Rambang, jalurnya bertambah menjadi tiga dengan jalur 3 merupakan sepur lurus baru. Jalur-jalur ini sangat cukup untuk menampung KA batu bara, terutama babaranjang maupun batu bara Sukacinta.[4][5]
Bangunan stasiun ini sangat kecil dan kemungkinan dahulunya merupakan halte. Dengan selesainya jalur ganda ini, sudah tidak ada lagi persilangan antarkereta api yang dilayani di stasiun ini. Kini stasiun ini hanya melayani penyusulan antarkereta api saja.
Insiden
Pada tanggal 17 Mei 2020, kereta api batu bara tujuan Stasiun Kertapati anjlok di emplasemen Stasiun Penimur. Akibat dari kejadian ini, keberangkatan kereta api barang di lintas tersebut mengalami keterlambatan dan antrean. Humas Divre III Palembang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[6] Pada saat yang sama, KA penumpang yang berjalan di lintas Lubuk Linggau–Kertapati dibatalkan sebagai efek dari pandemi Covid-19.[7]
↑PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2019). Selayang Pandang Divre III Palembang(PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 2020-10-26. Diakses tanggal 2020-10-23.