Awalnya, stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Sejak dibangunnya jalur ganda yang melayani rute Muara Enim–Tanjung Rambang, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus. Jalur-jalur ini sangat cukup untuk menampung KA batu bara, terutama babaranjang, barapati maupun batu bara swasta.[3][4]
Dengan selesainya jalur ganda ini, sudah tidak ada lagi persilangan kereta api yang dilayani. Kini tidak ada lagi kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi penyusulan antarkereta api.
Insiden
Pada 11 Desember 2021, dua kereta api batu bara rangkaian panjang yaitu KA 3055 ditabrak dari belakang oleh KA 3061 yang ditarik lokomotif CC 205 14 04 dan CC 205 21 04 di emplasemen stasiun ini.[5][6] Akibatnya, 8 gerbong terbuka dari KA 3055 serta lokomotif dan 2 gerbong terbuka dari KA 3061 anjlok 40 as dan terguling. Kecelakaan ini membuat perjalanan dua kereta api penumpang, yakni kereta api Serelo dan Sindang Marga turut dibatalkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[7]
Pada 4 Oktober 2022, sebelas gerbong terakhir KA Babaranjang bernomor KA 3028 yang ditarik lokomotif CC 205 21 02 dan CC 205 21 34 anjlok saat melintas di jalur 1 stasiun ini yang sedang dalam perbaikan. Akibatnya, 8 gerbong terbuka anjlok 22 as dan 4 gerbong terbuka terguling 16 as. Tidak ada korban jiwa ataupun gangguan operasional kereta api dalam peristiwa ini.[8]