Stasiun Blok M BCA memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 dan 3 merupakan sepur lurus, dan jalur 2 sepur belok, sehingga memungkinkan terjadinya persilangan antarkereta MRT di stasiun ini. Jalur bagian tengah digunakan sebagai area parkir satu set rangkaian MRT. Stasiun ini akan terintegrasi dengan Terminal Blok M dan Halte BRT Transjakarta.
Stasiun Blok M BCA berukuran panjang 175 meter dan lebar 26 meter dan atap stasiun mencapai 25 meter dari permukaan jalan. Penumpang dapat menggunakan beberapa pilihan akses masuk area concourse stasiun, yaitu tiga di sisi timur dan dua di sisi barat; dua eskalator; dan dua elevator/lift.[1] Kendati pilihan akses yang beragam, MRT Jakarta menerapkan alur penumpang searah di stasiun ini mulai 10 Desember 2024 dengan akses masuk hanya tersedia di gerbang sisi utara, dekat dengan Pintu B dan C (Blok M Plaza) serta Pintu E dan F (Taman Literasi Marta Christina Tiahahu dan Terminal Blok M). Sedangkan akses keluar hanya dapat dilalui pada gerbang sisi selatan stasiun, dekat dengan Pintu A (Optik Seis dan Pos Polisi) serta Pintu D (Fit Hub Gym).[2]
Pada tahun 2019, MRT Jakarta menyelesaikan lelang penjualan hak penamaan dua stasiun MRT. Salah satu dari stasiun tersebut ialah Stasiun MRT Blok M yang dibeli hak penamaannya oleh Bank Central Asia. Jenama "BCA" pun ditambahkan di belakang nama stasiun, yang kemudian diikuti pula dengan merek suara (sonic brand) khas BCA pada awal tahun 2025.[3]
Pada 30 Mei 2024, seikat besi bangunan beban derek (crane) pada sebuah proyek di area Kejaksaan Agung Republik Indonesia terjatuh dan menimpa rel serta jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) di dekat Stasiun MRT Blok M. Akibatnya, sebagian jaringan listrik MRT mengalami gangguan dan seluruh layanan MRT dihentikan hingga normalisasi selesai dilakukan.[4][5]