Taman Bendera Pusaka adalah sebuah taman kota yang berada di antara Jalan Langsat, Jalan Barito, dan Jalan Kyai Maja di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berlokasi dekat kawasan Blok M, taman ini mempunyai luas lahan seluas 5,6 hektar dan membentuk huruf L, yang terbentuk dari penggabungan Taman Ayodya, Taman Langsat dan Taman Leuser yang saling bersebalahan, tetapi dipisahkan oleh jalan raya.[1][2]
Sejarah
Sebelumnya, Taman Bendera Pusaka merupakan tiga taman yang terpisah, yakni Ayodya, Langsat, dan Leuser.[2] Ketiganya terbentuk berkat desain wilayah Kebayoran Baru yang awalnya dibuat sebagai kota mandiri terencana yang terpisah dari Batavia. Kebayoran Baru dirancang sebagai "kota taman" yang didominasi oleh ruang terbuka hijau (RTH) sebagai kawasan resapan air. Kebayoran Baru sendiri baru mulai dikembangkan pasca-Perang Dunia II, tepatnya saat Jakarta dikuasai oleh Belanda pada masa perang kemerdekaan.[3]
Taman Ayodya sendiri, yang awalnya bernama Taman Barito, sempat digunakan sebagai pasar bunga dan ikan hias sejak diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin pada tahun 1970. Lahan bagian depan taman digunakan sebagai kios pedagang, sehingga menutup pemandangan taman dari jalan.[4][5] Pada bulan Januari 2008, pasar ini dinonaktifkan dan dikembalikan kondisinya sebagai taman sejak era Gubernur Fauzi Bowo dengan merelokasi para pedagang ke pasar-pasar di sekitarnya, kemudian melakukan pembongkaran bangunan pasar yang terdiri dari 150 kios, meskipun sempat diwarnai kericuhan.[6] Sejatinya rencana pengembalian kondisi Taman Barito sudah ada sejak tahun 1998 dalam rangka meningkatkan ketersediaan RTH sesuai dengan amanat Undang-undang Penataan Ruang No.26/2007 tentang proporsi RTH Kota.[6][7] Sejak itu pula, sebagian pedagang Pasar Barito, yang kebanyakan menjual burung hias, diberikan fasilitas berupa kios baru yang dibangun sepanjang pagar sisi timur Taman Langsat di Jalan Barito.[5] Taman Barito sendiri baru diresmikan kembali sebagai taman kota pada 15 Maret 2009, sekaligus diubah namanya menjadi Taman Ayodya.[8]
Pada bulan Juli 2025, Gubernur DKI Pramono Anung mencanangkan proyek "Taman ASEAN" yang bertujuan untuk memperkuat posisi kawasan Blok M sebagai "ibukota ASEAN". Hal ini diwujudkan lewat revitalisasi dan penggabungan Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser yang berada sekitar 400 meter sebelah barat kawasan Blok M.[9] Namun, rencana Taman ASEAN kemudian diubah namanya menjadi "Taman Bendera Pusaka".[10] Setelah rencana tersebut terdengar luas, pemerintah memberikan himbauan kepada para pedagang burung hias eks-Pasar Barito untuk segera pindah ke tempat lain, namun mereka sempat menolak.[5][11] Pada 8 Agustus 2025, upacara groundbreaking Taman Bendera Pusaka dilaksanakan secara tertutup guna menghindari protes dari para pedagang burung hias.[12][13] Kios para pedagang Pasar Burung Barito akhirnya dibongkar pada akhir Oktober 2025, dan telah dipindahkan ke tempat baru yang bersebalahan dengan Stasiun Lenteng Agung.[14][15]
Proses revitalisasi dan penggabungan Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser telah memakan biaya sekitar Rp 100 miliar, yang berasal dari dana corporate social responsibility (CSR).[16] Pada tanggal 14 Maret 2026, Taman Bendera Pusaka diresmikan langsung oleh Gubernur Pramono Anung bersama mantan Presiden RIMegawati Soekarnoputri.[1]
Monumen
Terdapat satu monumen di Taman Bendera Pusaka, yakni "Patung Ibu Fatmawati" yang menggambarkan Ibu NegaraFatmawati sedang menjahit bendera pusaka dan hamil Guntur Soekarnoputra, karya Teguh Ostenrik. Bendera pusaka adalah bendera Indonesia pertama yang dikibarkan setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945.[2][17]
Fasilitas
Taman Bendera Pusaka memiliki luas 5,6 hektar yang terbagi menjadi tiga zona: zona timur (dahulu Taman Ayodya), zona selatan (Taman Langsat), dan zona utara (Taman Leuser). Zona selatan dan timur dihubungkan melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) yang diberi nama "Jembatan Merah Putih", yang memiliki desain ikonik mirip bentangan bendera merah putih dan meniru konsep JPO "Infinity Link Bridge" di Tebet Eco Park. Zona selatan dan utara dihubungkan melalui sebuah jalur pejalan kaki di dalam terowongan sungai yang melewati bawah Jalan Kyai Maja. Fasilitas di Taman Bendera Pusaka meliputi:[1]
Dua pekan pasca diresmikan, para pengunjung Taman Bendera Pusaka mengeluhkan kondisi sungai yang tercemar, sehingga warna airnya menjadi berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Pengelola taman menerangkan bahwa instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) sedang dibangun untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah IPAL mulai beroperasi pada bulan Juni 2026 nanti, air sungai diharapkan menjadi lebih bersih dan jernih.[19][20]
Galeri
Foto-foto Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser sebelum revitalisasi
Kolam di Taman Ayodya, 2023
Air mancur di kolam Taman Ayodya, 2025
Salah satu kolam yang ada di Taman Langsat, 2016
Foto-foto Taman Bendera Pusaka (2026-sekarang)
Tampak zona utara taman
Terowongan penghubung zona selatan dan utara di bawah Jalan Kyai Maja
Zona selatan taman dilihat dari Jalan Kyai Maja
Salah satu kolam di zona selatan
Sebuah patung yang menggambarkan Ibu Negara Fatmawati sedang menjahit bendera pusaka dan hamil Guntur Soekarnoputra
Paviliun Merah, sebuah aula serbaguna terbuka yang berada di zona selatan