4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang sama-sama rendah)
Jumlah jalur
4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus) (jalur 1 arah berbelok kiri dan menuju sepur badug: dikhususkan untuk bongkar muat angkutan Semen Bima/Semen STAR dan angkutan peti kemas/kontainer)
Layanan
Kereta api penumpang Lokal:Commuter Line (Jatiluhur [hanya jadwal sore arah Cikarang serta jadwal sore dan malam arah Cikampek] dan Walahar) Kereta api barang Lintas tengah Jawa: Angkutan semen STAR Lintas utara Jawa:Angkutan peti kemas
Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus. Stasiun ini berada agak masuk dari jalan rayaKarawang-Cikampek, tetapi masih tampak dari jalan raya tersebut.
Pada masa kolonial, Stasiun Klari memiliki sepur simpang menuju bantaran Sungai Citarum untuk mengangkut material batu pasir. Berdasarkan peta yang dibuat tahun 1922, percabangan sepur simpang tersebut dimulai dari ujung barat emplasemen, kemudian berbelok menuju selatan bangunan stasiun.[4] Menurut penuturan warga sekitar, bekas rel dan jembatan masih terlihat hingga tahun 1960-an. Namun, kini jalur tersebut telah nonaktif dan sulit dikenali.
Pada Desember 2017, KAI Logistik membuka terminal barang untuk bongkar muat kereta api angkutan semen di Stasiun Klari. Untuk mendukung layanan tersebut, sebagian trase sepur simpang era kolonial diaktifkan kembali. Total area yang dikembangkan seluas 1,3 hektare (13.000Â m2) dan memiliki kapasitas 400-1.000 TEUs.[5]
Emplasemen stasiun ini merupakan yang terpanjang di Daop I, dengan jalur 2 sepanjang 1.083 meter (1,083Â km) yang menjadi jalur terpanjang.[6] Sejak Desember 2021, sistem persinyalan elektrik yang lama produksi Alstom telah diganti dengan yang baru produksi PT Len Industri.[7]
Stasiun ini hanya melayani pemberhentian Kereta api Commuter Line Walahar dan Jatiluhur. Berdasarkan data BPS Kabupaten Karawang, sebanyak 110.022 penumpang kereta api lokal telah dilayani oleh stasiun ini.[8]
↑Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia"(PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09.
↑"Dawoean" (Map). 1:50.000 (dalam bahasa Inggris). Washington D.C.: U.S. Army Map Service. 1944 [1922].