Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Kawunganten, terdapat Halte Sitinggil yang sudah dinonaktifkan karena okupansi yang minim dan dihapuskannya perjalanan KA lokal Banjar–Kroya pp.
Ciri khas Stasiun Gandrungmangun ini adalah diperdengarkannya bel lagu instrumental "Di Tepinya Sungai Serayu" setiap kali terjadi kedatangan, keberangkatan, maupun persilangan dan penyusulan kereta api.
Bangunan dan tata letak
Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.
G
Bangunanlama stasiun (sisi utara)
Peron sisi
Jalur 1
←
Pemberhentian kereta api antarkota
→
Peron pulau
Jalur 2
←
Sepur lurus
→
Pemberhentian kereta api antarkota
Peron pulau
Jalur 3
←
Pemberhentian kereta api antarkota
→
Peron sisi
G
Bangunanbaru stasiun (sisi selatan)
Sejak 6 April 2015, pelayanan stasiun ini sudah menggunakan bangunan baru. Semula stasiun ini hanya melayani persilangan dan penyusulan antarkereta api saja, tetapi sejak adanya bangunan baru ini, sejumlah kereta api kelas ekonomi yang beroperasi di lintas Bandung–Kroya/lintas selatan Jawa diberhentikan di stasiun ini sejak berlakunya Gapeka 2015.[4]
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Mei 2026.[5]
↑PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2019). Sekilas Cerita Daop 5 Purwokerto(PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 2020-10-08. Diakses tanggal 2020-10-05.