Stasiun dan jalur ini ditutup pada tahun 1981 karena okupansi yang sepi juga prasarana sudah tua.[3] Bangunan stasiun ini kondisinya sangat kurang terawat. Dalam buku Spoorwegstations op Java karya de Jong, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api semasa aktifnya, serta memiliki dua peron rendah yang kini masih tersisa bekas-bekasnya, tetapi relnya sendiri sudah menghilang entah ke mana.[4] Stasiun ini juga memiliki pemutar rel kecil dan menara air yang masih tersisa puing-puingnya. Bangunan stasiun yang masih asli peninggalan Staatsspoorwegen ini, kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Serang.[5]
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).