Kini Skadron Udara 51 dilengkapi dengan pesawat udara nirawak Anka-S.[2] Skadron ini juga sebelumnya mengoperasikan pesawat udara nirawak Aeronautics Aerostar[3] dan Wulung.[4]
Sejarah
Skadron Udara 51 diresmikan pada tanggal 13 Juli 2015, sebagai bagian dari Wing Udara 7 di Lanud Supadio. Keberadaan Skadron Udara 51 dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengamatan perbatasan. Skadron ini juga mempunyai peran dalam misi Intelligence, Surveillance, Reconnaissance (ISR) dan mendukung misi medan perang di level taktis dan strategis.[5][6][7] Pada saat pembentukannya, Skadron Udara 51 diperkuat dengan pesawat udara nirawak Aeronautics Aerostar.[8]
Skadron udara 51 terlibat dalam berbagai operasi militer seperti Ops Tinombala 2016,[3]Ops Pembebasan Sandera Abu Sayaf 2016,[3] Ops Pamrahwan di Papua, Ops Pembebasan Sandera di Papua, serta operasi-operasi lainnya, termasuk pengamanan VVIP, pengamanan Ibukota dan misi lainnya.
Pada pertengahan tahun 2025, pesawat nirawak Aerostar milik Skadron Udara 51 dialihbinakan ke Skadron Pendidikan 103 di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya sebagai sarana pendidikan untuk pesawat udara nirawak.[9] Skadron Udara 51 mulai menerima pesawat nirawak baru TAI Anka-S pada September 2025.[10]