Pesawat tanpa awak yang diberi nama Wulung ini memiliki spesifikasi berat kosong maksimal 60 kg, berat muatan 25 kg, kecepatan jelajah 55knot, bentang sayap 6,34 meter, ketahanan terbang empat jam dan ketinggian terbang 12.000 feet. Pesawat tersebut dilengkapi kamera pengintai yang dihubungkan dengan pusat pengendali di darat.[2]
Spesifikasi Teknis Pesawat Wulung:
Tipe: Low Boom, High Wing, T-tail
Bentang sayap: 6,34 meter
Berat kosong/struktur: 60kg (max)
Berat Muatan: 25kg (max)
Berat lepas landas: 130kg (max)
Kecepatan jelajah: 55 knot (min)
Ketahanan terbang: 4 jam (max)
Jarak jelajah: 200km (max)
Ketinggian terbang: 12.000 feet (max)
Jarak lepas landas: 300 meter
Pendaratan: Darat
Sistem propulsi: Mesin bensinn 2 tak, max 22 HP
Muatan: Kamera video/kamera digital
Sistem kendali: Manual/autopilot/auto navigation
Fungsi
Manfaat dan fungsi pesawat tanpa awak ini sangat besar, Pesawat Wulung dapat dipergunakan untuk melakukan pengawasan terhadap beberapa kawasanperbatasanIndonesia dengan negara-negara tetangga.[3]
Manfaat lainnya, Pesawat Wulung ini juga dapat dipergunakan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivis-aktivis ilegal di seluruh nusantara, misalkan pencurianikan, pembalakan liar serta berfungsi untuk melakukan pengawasan transportasi, SAR, Penellitian, Atmosfer, Pengawas Kebencanaan, hujan buatan dan lain sebagainya.[4]