Sesi gabungan Kongres Amerika Serikat merupakan pertemuan gabungan antar kedua anggota badan Kongres Amerika Serikat dari sistem legislatif bikameralpemerintahan federal Amerika Serikat, yakni Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dan Senat Amerika Serikat. Sesi gabungan dapat dilakukan pada acara khusus apa pun, namun secara tradisi dilakukan ketika Presiden Amerika Serikat memberikan pidato State of the Union dan diwajibkan untuk melakukan sesi gabungan untuk menghitung dan mensertifikasi hasil elektoral pemilihan umum Presiden Amerika Serikat. Pertemuan gabungan biasanya merupakan acara seremonial atau formal dan tidak menjalankan fungsi legislatif apa pun, dan tidak ada resolusi yang diajukan atau pemungutan suara yang dilakukan.
Sidang dan pertemuan gabungan biasanya diadakan di Ruang Sidang Dewan Perwakilan Rakyat, dan secara tradisional dipimpin oleh ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Konstitusi mensyaratkan wakil presiden (sebagai presiden Senat) untuk memimpin penghitungan suara elektoral oleh Kongres.
Subyek pertemuan
Selain pidato kenegaraan, pelantikan, dan penghitungan suara pemilu, sidang atau pertemuan gabungan biasanya membahas salah satu dari beberapa topik.
Lebih dari seratus kali Kongres AS menyelenggarakan sesi gabungan yang mengundang seorang kepala negara dan/atau kepala pemerintahan untuk datang memberi pidato dihadapan Kongres. Pemimpin dari 48 negara pernah memberikan pidato kepada Kongres AS pada sesi gabungan. Beberapa diantaranya pernah melakukan pidato berulang kali. Israel merupakan negara yang paling sering diundang ke sesi gabungan dengan jumlah sebanyak 10 kali. Daftar ini kemudian disusul oleh Prancis (9), Britania Raya (9), Meksiko (7), Korea Selatan (7), India (6), Italia (6), Irlandia (6), Jerman termasuk Jerman Barat dan Jerman bersatu (5), Australia (4), Kanada (3), Argentina (3), Filipina (3), Jepang (3), Spanyol (2), dan Ukraina (2).
Sebanyak dua kesempatan terjadi dimana 2 kepala negara pernah memberikan pidato pada hari yang sama. Pada 18 September 1978, Kongres menghadirkan Presiden MesirAnwar Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin, dan pada 26 Juli 1994 Kongres menghadirkan RajaHussein dari Yordania dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin.
Perdana Menteri AustraliaJohn Howard memiliki kesempatan untuk berpidato di hadapan Kongres Amerika Serikat pada 12 September 2001. Namun karena serangan 11 September 2001, jadwal pidato John Howard dimundurkan menjadi 12 Juni 2002 dimana Howard menceritakan kesaksiannya terhadap serangan yang terjadi 9 bulan lalu tersebut. Howard diberikan pujian dan tepuk tangan meriah sebagai "momen yang mengharukan".[11]
Dari Indonesia, Presiden IndonesiaSoekarno pernah memberikan pidato kepada sesi gabungan Kongres Amerika Serikat pada tahun 1956.[12] Hingga hari ini, Soekarno adalah satu-satunya Presiden Indonesia yang pernah memberikan pidato dihadapan sesi gabungan Kongres.
Enam kali dalam tahun-tahun pertama Zaman Angkasa, Kongres mengadakan pertemuan bersama untuk mendengarkan pidato dari para astronaut setelah perjalanan mereka di luar angkasa.
Pada 28 April 2021, untuk pertama kalinya posisi Ketua DPR dan Wakil Presiden yang duduk di rostrum belakang podium diduduki oleh wanita. Wakil Presiden selaku Presiden Senat Kamala Harris dan Ketua DPR Nancy Pelosi duduk di rostrum belakang Presiden Joe Biden.[15]