Seftarolin fosamil[1][2] adalah antibiotiksefalosporin dengan aktivitas anti-MRSA.[3] Seftarolin fosamil adalah bakal obat dari seftarolin. Obat ini aktif melawan Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin (MRSA) dan bakteri Gram-positif lainnya. Obat ini mempertahankan beberapa aktivitas sefalosporin generasi selanjutnya yang memiliki aktivitas spektrum luas terhadap bakteri Gram-negatif, tetapi efektivitasnya relatif jauh lebih lemah.[4][5] Saat ini sedang diteliti untuk pneumonia yang didapat di komunitas[6] dan infeksi kulit dan struktur kulit yang kompleks.[7][8][9]
Seftarolin adalah sefalosporin baru dengan aktivitas terhadap Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin (MRSA) dengan uji klinis fase III untuk infeksi kulit dan struktur kulit yang kompleks dengan efikasi yang dilaporkan tidak kalah terhadap MRSA dibandingkan dengan vankomisin dan aztreonam.[7][8] Pada tahun 2009, seftarolin telah menyelesaikan uji klinis fase III untuk pneumonia yang didapat di komunitas dengan membandingkannya dengan seftriakson dengan hasil yang tidak kalah dan profil reaksi merugikan yang serupa.[6] Namun, hanya hasil uji klinis fase II dalam pengobatan infeksi kulit dan struktur kulit yang kompleks yang telah dipublikasikan.[12] Hasil uji klinis fase III dilaporkan pada September 2009.[13] Pada tanggal 8 September 2010, Komite Penasihat FDA merekomendasikan persetujuan untuk pengobatan pneumonia bakteri yang didapat di komunitas dan infeksi kulit dan struktur kulit yang kompleks.[14] Pada bulan Oktober 2010, persetujuan FDA diperoleh untuk pengobatan pneumonia bakteri yang didapat di komunitas dan infeksi bakteri akut pada kulit dan struktur kulit, termasuk MRSA.[15]
MRSA dapat mengembangkan resistensi terhadap seftarolin melalui perubahan protein pengikat penisilin. Mutasi pengubah asam amino di kantong pengikat seftarolin dari daerah transpeptidase protein pengikat penisilin 2a (PBP2a) memberikan resistensi terhadap seftarolin.[16] Galur S. aureus yang resisten terhadap seftarolin dan metisilin telah diidentifikasi di Eropa dan Asia, tetapi belum diidentifikasi di Amerika Serikat.[17]
Keamanan
Tingkat penghentian pengobatan secara keseluruhan untuk subjek yang diobati dengan seftarolin adalah 2,7% dibandingkan dengan tingkat 3,7% untuk subjek yang diobati dengan kelompok pembanding. Reaksi merugikan yang paling umum terjadi pada > 2% subjek yang menerima seftarolin dalam uji klinis fase III gabungan adalah diare, mual, dan ruam.[18]
Kontraindikasi
Hipersensitivitas serius yang diketahui terhadap seftarolin atau anggota lain dari kelas sefalosporin
Tidak ada reaksi merugikan yang terjadi pada lebih dari 5% orang yang menerima seftarolin. Reaksi merugikan yang paling umum terjadi pada > 2% orang yang menerima seftarolin dalam uji klinisfase III gabungan adalah:[18]
Seftarolin fosamil digunakan dalam bentuk asetat. Ini merupakan bakal obat yang diubah menjadi metabolit aktif seftarolin dan metabolit tidak aktif seftarolin-M1. Studi awal in vitro dan in vivo pada hewan merujuk pada seftarolin fosamil asetat sebagai PPI-0903.[19][20]
Sebagaimana sefalosporin lainnya, seftarolin memiliki cincin bisiklik dengan cincin β-laktam beranggota empat yang menyatu dengan cincin sefem beranggota enam. Seftarolin diduga memiliki aktivitas terhadap MRSA dengan cincin 1,3-tiazolnya.[21]
12Eckberg P, Friedland HD, etal. FOCUS 1 and 2: Randomized, Double-blinded, Multicenter Phase 3 Trials of the Efficacy and Safety of Ceftaroline (CPT) vs. Ceftriaxone (CRO) in Community-acquired pneumonia (CAP). 2009 Interscience Conference on Antimicrobial Agents and Chemotherapy / Infectious Disease Society of America Conference.
12Corey R, Wilcox M, Talbot GH, etal. CANVAS-1: Randomized, Double-blinded, Phase 3 Study (P903-06) of the Efficacy and Safety of Ceftaroline vs. Vancomycin plus Aztreonam in Complicated Skin and Skin Structure Infections (cSSSI). 2008 Interscience Conference on Antimicrobial Agents and Chemotherapy / Infectious Disease Society of America Conference.
12Kanafani ZA, Corey GR (Februari 2009). "Ceftaroline: a cephalosporin with expanded Gram-positive activity". Future Microbiology. 4 (1): 25–33. doi:10.2217/17460913.4.1.25. PMID19207097.
12Parish D, Scheinfeld N (Februari 2008). "Ceftaroline fosamil, a cephalosporin derivative for the potential treatment of MRSA infection". Current Opinion in Investigational Drugs. 9 (2): 201–209. PMID18246523.
↑Executive summary: the selection and use of essential medicines 2019: report of the 22nd WHO Expert Committee on the selection and use of essential medicines. Geneva: World Health Organization. 2019. hdl:10665/325773. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.05. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
123"Teflaro". 29 Oktober 2010. Diakses tanggal 8 November 2010.
↑Ge Y, Floren L, Redman R, etal. The pharmacokinetics and safety of ceftaroline (PPI-0903) in healthy subjects receiving multiple-dose intravenous infusions. 2006 Interscience Conference on Antimicrobial Agents and Chemotherapy / Infectious Disease Society of America Conference.
↑Ishikawa T, Matsunaga N, Tawada H, Kuroda N, Nakayama Y, Ishibashi Y, etal. (Mei 2003). "TAK-599, a novel N-phosphono type prodrug of anti-MRSA cephalosporin T-91825: synthesis, physicochemical and pharmacological properties". Bioorganic & Medicinal Chemistry. 11 (11): 2427–2437. doi:10.1016/s0968-0896(03)00126-3. PMID12735989.
Pranala luar
"Ceftaroline fosamil". Drug Information Portal. U.S. National Library of Medicine. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Juli 2017.