Karier IndyCar
2003
Tim Ganassi bergabung dengan tim CART lainnya yaitu Penske dan Andretti-Green Racing pada tahun 2003 yang membelot ke ajang IRL yang sepenuhnya dilombakan di trek oval. Dixon memenangkan lomba pembuka musim di Homestead di Florida. Insiden dengan Tony Kanaan di Jepang membuat peluang Dixon sedikit rusak, tetapi ia berhasil pulih untuk meraih dua kemenangan lagi dan memenangkan kejuaraan pada musim pertamanya. Selama musim berjalan ia juga mencetak rekor dengan 343 lap memimpin lomba berturut-turut dan menjadi kali pertama seorang pembalap memimpin lap berturut-turut dalam tiga lomba beruntun. Di Pikes Peak, Dixon memimpin 84 lap terakhir untuk menang, lalu memimpin setiap lap dalam lomba berikutnya di Richmond, dan di Kansas saat memimpin di 53 lap awal.[12] Meskipun ini adalah tahun pertamanya di IRL dan ia memenangkan kejuaraan, Dixon tidak memenuhi syarat untuk penghargaan Rookie of the Year karena pengalaman ChampCar-nya.
Pada akhir tahun, Ganassi merekrut Tony Renna sebagai rekan setim Dixon. Renna dan Dixon menjadi teman, tetapi di Indianapolis Motor Speedway, selama sesi latihan pertama Renna untuk tim, Renna mengalami kecelakaan parah dalam kecepatan tinggi dan langsung tewas seketika.
2004–2005
Pada 2004, mesin Toyota kehilangan keunggulannya dan membuat Dixo gagal mempertahankan gelarnya. Dalam 32 lomba yang diadakan selama dua musim (2004 dan 2005), Dixon hanya mampu naik podium dua kali dengan rincian sekali posisi kedua dan sekali menang. Ia lantas mendapatkan sesi ujicoba Formula Satu bersama tim Williams dan finis ke-10 ketika mewakili IRL di International Race of Champions 2004. Pada 2005 Dixon dan rekan-rekan setimnya di Ganassi yaitu Ryan Briscoe dan Darren Manning, berjuang keras tetapi mereka bertiga membuat beberapa kecelakaan yang total sampai merusak 28 buah sasis. Sebagai akibatnya Manning dipecat dan Briscoe nyaris mengalami cedera serius ketika mobilnya mengudara dan hancur setelah menyenggol mobil lain dan menabrak dinding penahan luar di area Turn 3 Chicagoland Speedway. Di tengah rumor bahwa Dixon juga bisa dipecat, ia bangkit kembali untuk mencetak kemenangan lomba yang sekaligus menjadi kemenangan pertama tim sejak 2003 di lomba Grand Prix Indy yang digelar di Watkins Glen International. Segera setelah itu, Dixon kembali menandatangani perpanjangan kontrak untuk dua musim dengan Ganassi.
2006–2009
Tim Ganassi pindah memakai mesin Honda untuk musim 2006 dan ketika Dixon bermitra dengan pembalap Inggris Dan Wheldon, pemenang Indianapolis 500 2005 sekaligus merupakan juara bertahan musim sebelumnya. Sebelum musim IRL dimulai, mereka berhasil bergabung sebagai tim satu mobil (dengan pembalap NASCAR Casey Mears) untuk memenangkan lomba ketahanan Daytona 24 Jam. Dixon kembali berhasil menang di lomba Grand Prix Indy di Watkins Glen dan menjadi pembalap pertama yang memenangkan perlombaan IRL dalam kondisi basah. Dalam lomba di Nashville Superspeedway, ia memenangkan Gibson Guitar Trophy dengan keunggulan selisih tipis atas rekan setimnya Wheldon. Dixon finis keempat dalam klasemen, menyelesaikan total 2504 lap dari kemungkinan 2510 lap serta menjadi satu-satunya pembalap yang mampu masuk finis secara utuh dalam setiap lomba. Di klasemen akhir ia hanya tertinggal 15 poin di belakang Sam Hornish Jr. dan Wheldon.
Dixon meraih peringkat kedua di klasemen IndyCar musim 2007 dengan selisih kurang 13 poin di belakang Dario Franchitti. Selama gelaran lomba terakhir di Chicagoland, Dixon bersaing ketat melawan Franchitti dan sempat unggul sampai lap terakhir sebelum mobilnya mogok karena kehabisan bensin.[13] Petaka ini membuat Franchitti melenggang mulus menjadi juara musim. Sebelumnya di tengah musim Dixon mencetak kemenangan keempat di Infineon Raceway dan kemenangan ketiga berturut-turut di lomba Camping World Watkins Glen Grand Prix. Ia juga mencetak empat kali finis posisi kedua termasuk di 2007 yang dipendekan karena cuaca buruk serta raihan sepuluh kali finis Top 10 selama musim berjalan. Dixon lantas mendominasi lomba Firestone Indy 200 yang tertunda akibat hujan di Nashville Superspeedway yang menjadi kemenangan beruntun di trek yang sama dalam dua tahun berturut-turut dan kemenangan kedua berturut-turut musim ini. Ia memenangkan balapan berikutnya yaitu Honda 200 pada 22 Juli untuk menjadi pembalap ketiga dalam sejarah yang memenangkan tiga balapan IRL berturut-turut, bergabung dengan Wheldon dan Kenny Bräck.
Pada 5 Agustus, Dixon berusaha memenangkan lomba keempat secara beruntun di Firestone Indy 400, ketika ia terlibat dalam kecelakaan enam mobil. Kru pit Dixon memperbaiki mobilnya dengan cermat untuk melaju di sisa dua lap dan menghasilkan poin perlombaan tetapi kondisi ini sekaligus mengakhiri rentetan mulus 28 lomba berturut-turut - sejak terakhir kali tersingkir di lomba Speedagoland Speedway pada September 2005 - di mana Dixon tidak tersingkir.
Musim 2008 menjadi musim yang sangat sukses bagi Dixon yang memenangkan kejuaraan untuk kedua kalinya serta memenangkan lomba Indianapolis 500 pertamanya usai start dari posisi pole. Kemenangan Indianapolis 500 ini menjadi kemenangan kedua untuk pemilik mobil Chip Ganassi. Ia juga menang di Homestead, Texas, Nashville, Edmonton dan Kentucky sekaligus menyamai rekor enam kemenangan selama satu musim. Dalam lomba penentuan gelar di Chicagoland Speedway, Dixon minimal harus finis di urutan kedelapan jika Helio Castroneves memenangkan lomba. Ia finis di urutan kedua dibelakang Castroneves skema foto finis yang ketat. Kepada media Dixon mengatakan bahwa 2008 menjadi tahun yang luar biasa dan tak terlupakan. "Menikah, memenangkan Indy 500, memenangkan kejuaraan dalam satu tahun - tidak terlalu banyak orang yang mungkin dapat mengatakan bahwa mereka telah melakukan itu".[14] Situs Motorsport.com melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa Dixon "sekarang dapat mengklaim sebagai terbaik yang terbaik di balap roda terbuka Amerika, terutama setelah unifikasi tahun ini dengan ajang Champ Car".[15]
Di Kentucky ia mempertajam catatan lap memimpin dalam kariernya menjadi 2149 lap dan menjadi pembalap kelima dalam sejarah IndyCar yang memimpin lebih dari 2000 lap.[16] Juga di Kentucky, Dixon menggantikan Alex Zanardi sebagai pembalap IndyCar yang paling banyak menang untuk Chip Ganassi Racing dengan 16 kali kemenangan. Juga dengan raihan posisi pole di Detroit Indy Grand Prix memberinya tujuh pole untuk tahun itu dan membawanya ke posisi kedua sebagai peraih pole terbanyak sepanjang masa dengan 15 pole.[17] Selain itu, ia memimpin 869 lap sepanjang tahun yang menjadi rekor sepanjang masa untuk satu musim. Tepat sebelum lomba di Chicagoland, diumumkan bahwa rekan setim Wheldon akan pindah ke Panther Racing pada 2009[18] dan mitra baru Dixon adalah Dario Franchitti yang akan kembali dari NASCAR.[19]
Sebagai wujud penghargaan atas kemenangan di Seri IndyCar dan lomba Indianapolis 500, Dixon terpilih menjadi Olahragawan Terbaik Selandia Baru 2008 dalam acara Halberg Awards yang diadakan pada Februari 2009.[20]
Dixon adalah satu dari lima tokoh olahraga bermotor Selandia Baru yang dihormati dalam edisi khusus perangko New Zealand Post. Pembalap lainnya adalah: Denny Hulme, Juara Dunia Formula Satu 1967; Bruce McLaren, perancang mobil balap, pengemudi, insinyur dan penemu yang namanya diabadikan di tim McLaren; Ivan Mauger, pemenang enam kali Kejuaraan Dunia Speedway dan terpilih sebagai pembalap speedway terbesar abad ke-20; dan Hugh Anderson, empat kali juara dunia Grand Prix Sepeda Motor.[21]
Pada awal musim 2009 Dixon hanya mampu finis keenam belas dan kelima belas dalam dua lomba pertama di St. Petersburg dan Long Beach. Sejak saat itu ia menaiki podium sebanyak delapan kali dengan rincian kemenangan di Kansas, Milwaukee, Richmond, Mid-Ohio dan Motegi serta finis kedua di Chicago dan ketiga di Texas, Watkins Glen dan Edmonton. Ia memimpin 73 lap (terbanyak) di Indianapolis 500 tetapi hanya mampu keenam. Kemenangan dominannya yang diraih di Mid-Ohio dengan selisih 29,7 detik adalah kemenangan ke-20 di IRL (21 dalam kariernya), membuatnya menjadi pembalap paling sukses di IRL.
Ada persaingan yang cukup besar antara ia dan rekan setimnya yaitu Franchitti yang baru kembali dari NASCAR. Franchitti mencetak empat kemenangan, dua posisi kedua dan dua posisi ketiga dan memimpin sampai ke lomba akhir musim di Homestead dengan tertinggal hanya lima poin di belakang Dixon. Yang memperumit masalah adalah bahwa tim Penske dengan pembalap Ryan Briscoe, hanya tertinggal tiga poin, sehingga siapa pun dari tiga pembalap tersebut yang bisa menang di Homestead akan menjadi juara musim. Dixon memulai lomba di belakang Franchitti di barisan depan dan bertarung ketat Briscoe untuk sebagian besar balapan. Namun konsekuensinya dua pembalap ini terpaksa mengadu strategi bahan bakar dengan hanya beberapa lap tersisa sampai akhirnya kemenangan lomba bersama dengan gelar juara berhasil diraih Franchitti dengan strategi penghematan bahan bakar. Dixon hanya mampu finis ketiga dalam perlombaan dan kedua dalam klasemen dengan selisih satu poin di atas Briscoe.
2010–2012
Pada periode musim 2010 sampai 2012, Dixon memenangkan tujuh lomba dan finish ketiga dalam klasemen kejuaraan sebanyak tiga kali (dua kali di belakang rekan setimnya Franchitti).
2013–2015
Dixon berhasil menang di Pocono pada Juli 2013, lomba pertama Indycar di sana dalam 24 tahun, yang sekaligus juga menjadi kemenangan pertama Ganassi di musim ini. Ia lalu meraih kemenangan berturut-turut dalam lomba ganda Honda Indy Toronto. Dalam Grand Prix Indy GoPro di Sonoma, Dixon nyaris menabrak salah satu anggota kru pit Will Power dan berbuah hukuman. Dixon berpendapat bahwa kru tersebut berjalan di depan mobilnya, meskipun direktur perlombaan IndyCar Beaux Barfield mengatakan Dixon seperti sengaja melaju ke area kotak pit Power. Minggu berikutnya di Baltimore, Dixon terlibat dalam insiden lain dengan Power dengan 22 lap tersisa dan para pejabat mengabaikan permintaan tim untuk menarik mobil Dixon ke pit untuk perbaikan. Sebagai wujud protes Dixon menyerukan agar Barfield dipecat. Pada 6 September Dixon dihukum denda US$ 30.000 dan ditempatkan dalam masa percobaan akibat protesnya tersebut. Dixon memenangkan lomba ganda Grand Prix Houston dan dengan finis kelima dalam lomba akhir musim di Fontana ia mendapatkan gelar juara IndyCar ketiganya.
Musim 2014 dimulai dengan baik untuk Dixon ketika ia terpilih sebagai "Sportsman of the Year" Selandia Baru dalam acara Halberg Awards. Di musim ini ia memenangkan dua lomba dan finis ketiga dalam kejuaraan. Di luar IndyCar, Dixon meraih posisi ketiga dalam acara Dan Wheldon Karting Challenge dan lomba balap mobil sport ketahanan Petit Le Mans 2014.
Dixon membuka perjuangan tahun 2015 dengan memenangkan lomba ketahanan Daytona 24 Jam untuk tim Ganassi. Di ajang IndyCar musim 2015 Dixon dimulai dengan lambat dengan hasil finis ke-15 di St. Petersburg dan ke-11 di Louisiana. Dixon kemudian memenangkan perlombaan IndyCar pertamanya musim ini dalam lomba Grand Prix Long Beach. Ia lantas memenangkan pole keduanya untuk lomba Indianapolis 500 dan memimpin lap terbanyak dengan 87 lap tetapi akhirnya ia hanya mampu keempat dibelakang pemenang lomba Juan Pablo Montoya. Dixon memiliki akhir pekan yang mengerikan dalam lomba dobel di Detroit di mana ia tersingkir dalam lomba kedua oleh rekan satu timnya Charlie Kimball. Dixon berhasil bangkit dan mendominasi lomba Firestone 600 di Texas yang merupakan kemenangan keduanya musim ini. Dixon memiliki hasil rata-rata di Top 10 dengan finish terburuk urutan ke-18 di Iowa, meskipun ini sedikit membantunya sejak rivalnya dalam kejuaraan Montoya tersingkir di awal lomba. Dixon finis di urutan keempat di Mid Ohio dan kesembilan di Pocono. Memasuki lomba penutup musim di Sonoma, Dixon perlu memenangkan perlombaan dengan catatan Juan Pablo Montoya hanya bisa maksimal finis kelima atau lebih buruk untuk bisa merebut gelar keempatnya. Dixon berhasil menang lomba dan membuat poinnya sama persis dengan Montoya tetapi Dixon memiliki keunggulan tiga kemenangan berbanding Montoya yang hanya menang dua lomba. Dengan hasil ini Dixon berhasil meraih gelar IndyCar-nya yang keempat kali Setelah musim berakhir, Dixon berkompetisi dan memenangkan Dan Wheldon Karting Challenge yang digelar untuk menghormati Justin Wilson.
2016–sekarang
Dixon berjuang keras mempertahankan gelarnya sepanjang musim 2016. Ia berhasil meraih kemenangan di Phoenix dan Watkins Glen tetapi berada di urutan keenam dalam kejuaraan, pertama kali sejak 2006 ia gagal berada di posisi posisi tiga besar klasemen. Sponsornya, Target Corporation, mengundurkan diri pada akhir tahun, mengakhiri hubungan 27 tahun dengan Ganassi dan hubungan 13 tahun dengan Dixon.
Dixon membuka musim 2017 dengan posisi ketiga di St. Petersburg, finish terbaiknya di sana sejak 2014. Setelah lomba ini ia mendapatkan empat kali finis top lima berturut-turut sebelum kemudian meraih pole position untuk lomba Indianapolis 500. Saat lomba berjalan, Dixon tersingkir dari arena pada lap 53 setelah Jay Howard menabraknya di area dinding Tikungan 2. Mobil Dixon melesat ke udara, mendarat di sisi-pertama di atas dinding bagian dalam, menghancurkan pagar penangkap dan merobek unit belakang dari mobilnya. Dixon berjalan pergi tanpa cedera, tetapi insiden itu menyebabkan bendera merah keluar selama 20 menit.
Dixon berhasil finis di urutan kedua di akhir pekan berikutnya di Detroit di belakang Graham Rahal, tetapi di Texas Motor Speedway seminggu kemudian ia kembali tersingkir dari arena untuk kedua kalinya dalam tiga lomba terakhir dengan terlibat dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan Will Power dan Takuma Sato. Di Road America, Dixon mencetak kemenangan pertamanya musim ini, mengalahkan Josef Newgarden dengan selisih tipis 0,5779 detik. Dixon finis ketiga dalam kejuaraan dibelakang dua pembalap Penske Josef Newgarden dan Simon Pagenaud
Pada tahun 2018, Born Racer: The Scott Dixon Story, sebuah film dokumenter tentang awal karier Scott Dixon yang disutradarai oleh Bryn Evans, dirilis.
Pencapaian
Sejak bergabung dengan IndyCar pada tahun 2003, Dixon memiliki total 14 kemenangan di trek jalanan (road course), lima kemenangan di trek jalan raya kota (street circuit) dan 19 kemenangan di trek oval. Dari kemenangan ovalnya dua diperoleh di trek yang lebih besar dari 2 mil (3,2Â km), lima kemenangan di trek oval 1 mil (1,6Â km) atau lebih pendek dan 12 kemenangan di trek oval menengah. Dari kemenangan di trek jalanan, dua diperoleh di Edmonton, sirkuit lapangan terbang dengan limpasan yang cukup signifikan untuk tidak menjadi trek jalan raya biasa. Kemenangan kedua di Motegi yang diraih Dixon adalah di bagian trek jalanannya, tidak seperti lintasan oval, yang mereka gunakan setiap saat. Dari total empat gelar awal yang diraih Dixon terlihat perbedaan untuk jenis trek yang ia menangi. Pada musim 2003 Dixon memenangkan dua lomba di trek oval pendek berturut-turut, kemudian ia hanya memenangkan dua lomba sejenis tersebut sepanjang dua belas musim kedepannya. Dixon kemudian mendominasi trek oval yang lebih besar pada tahun 2008, memenangkan tiga lomba di trek jalan raya kota di musim 2013 kemudian diikuti oleh satu kemenangan trek jalan raya, satu kemenangan trek oval cepat dan satu trek jalanan pada musim 2015.
Kehidupan pribadi
Dixon menikahi Emma Davies, mantan atlet lari yang juga merupakan juara nasional Wales dan Inggris kelas 800 meter, pada Februari 2008.[22] Pasangan ini dianugerahi tiga anak, dua perempuan: Poppy lahir pada 2009 serta Tilly lahir pada 2011[23] dan satu anak laki-laki yang diberi nama Kit yang lahir pada Desember 2019.
Dixon telah menjadi penduduk jangka panjang di Indianapolis, Indiana dan wali kota setempat menyatakan 24 September 2018 sebagai "Hari Scott Dixon" di kota tersebut setelah gelar IndyCar kelimanya.[24]
Dalam acara Ulang Tahun Ratu 2019, Dixon diangkat sebagai Companion of the New Zealand Order of Merit atas jasanya di olahraga bermotor.[25] Ia sebelumnya telah ditunjuk sebagai Member of the New Zealand Order of Merit dalam Penghargaan Tahun Baru 2009.[26]