1969–1987: Awal mula
Samsung Electric Industries didirikan sebagai divisi industrial dari Samsung Group pada tanggal 13 Januari 1969 di Suwon, Korea Selatan.[26] Pada saat itu, Samsung Group dikenal oleh masyarakat Korea Selatan sebagai sebuah perusahaan perdagangan yang fokus pada pupuk dan pemanis. Walaupun kekurangan teknologi dan sumber daya, sehingga tertinggal dari kompetitornya di Korea Selatan, Samsung Group berhasil meningkatkan kapabilitasnya di industri manufaktur melalui kemitraan dengan perusahaan asal Jepang, yang akhirnya menimbulkan demo anti-Jepang dari masyarakat Korea Selatan serta penolakan dari kompetitornya di Korea Selatan, karena takut terjadi subordinasi langsung di industri tersebut oleh Jepang. Kemitraan tersebut akhirnya tetap dapat berjalan setelah pemerintah Korea Selatan dan Samsung menyatakan bahwa perusahaan ini akan mengekspor produknya ke luar Korea Selatan. Toshio Iue, pendiri Sanyo, pun menjadi penasehat Lee Byung-chul, pendiri Samsung, yang masih pemula di bisnis elektronik. Pada bulan Desember 1969, Samsung Electric bersama Sanyo dan Sumitomo Corporation mendirikan sebuah perusahaan patungan yang diberi nama Samsung-Sanyo Electric, dan menjadi cikal bakal dari perusahaan ini.[27]
Produk awal dari Samsung-Sanyo Electric adalah perabot elektronik dan listrik, seperti televisi, kalkulator, kulkas, pendingin udara, dan mesin cuci. Pada tahun 1970, Samsung mendirikan perusahaan patungan bernama Samsung-NEC bersama NEC Corporation dan Sumitomo Corporation untuk memproduksi perabot rumah dan perangkat audio visual. Samsung-NEC kemudian menjadi Samsung SDI, unit bisnis baterai dan layar dari Samsung Group. Pada tahun 1973, Samsung dan Sanyo membentuk Samsung-Sanyo Parts, cikal bakal Samsung Electro-Mechanics. Pada tahun 1981, Samsung Electric telah memproduksi lebih dari 10 juta unit televisi hitam putih.
Pada tahun 1974, Samsung Group berekspansi ke bisnis semikonduktor dengan mengakuisisi Korea Semiconductor yang hampir bangkrut. Tidak lama kemudian, Korea Telecommunications, sebuah produsen sistem switching elektronik dan salah satu anak usaha Samsung Group, mengambil alih bisnis semikonduktor, dan menjadi Samsung Semiconductor & Communications.[28]
Pada bulan Februari 1983, Lee bersama dewan direksi Samsung mengumumkan "Deklarasi Tokyo", di mana ia menyatakan bahwa Samsung bertekad untuk menjadi sebuah produsen DRAM. Setahun kemudian, Samsung mengumumkan bahwa mereka berhasil mengembangkan DRAM 64 kb, sehingga mengurangi jarak teknologi antara produsen elektronik di Dunia Pertama dengan produsen elektronik baru. Pada prosesnya, Samsung menggunakan teknologi yang diimpor dari Micron Technology asal Amerika Serikat untuk mengembangkan DRAM, serta dari Sharp Corporation asal Jepang untuk mengembangkan SRAM dan ROM.[29]