Sejarah
Cognizant memulai sejarahnya sebagai unit teknologi dari Dun & Bradstreet dengan nama Dun & Bradstreet Software (DBSS),[9][10] dan awalnya fokus mengerjakan proyek teknologi informasi berskala besar di internal Dun & Bradstreet. Pada tahun 1996, DBSS mulai mengerjakan proyek teknologi informasi dari klien di luar Dun & Bradstreet.[11]
Pada tahun 1996, Dun & Bradstreet memisahkan sejumlah anak usahanya, termasuk Erisco, IMS International, Nielsen Media Research, Pilot Software, Strategic Technologies, dan DBSS, untuk membentuk Cognizant Corporation, yang berkantor pusat di Chennai, India. Tiga bulan kemudian, pada tahun 1997, DBSS mengubah namanya menjadi Cognizant Technology Solutions. Pada bulan Juli 1997, Dun & Bradstreet membeli 24% saham Cognizant Technology Solutions yang sebelumnya dipegang oleh Satyam dengan harga $3,4 juta.[12][13] Kantor pusat Cognizant Technology Solutions kemudian dipindah ke Amerika Serikat, dan pada bulan Maret 1998, Kumar Mahadeva ditunjuk sebagai CEO.[14] Beroperasi sebagai salah satu divisi dari Cognizant Corporation, perusahaan ini fokus mengerjakan proyek yang terkait dengan Y2K dan pengembangan web.[15]
Pada tahun 1998, Cognizant Corporation dipisah menjadi dua perusahaan, yakni IMS Health dan Nielsen Media Research.[16] Pasca restrukturisasi tersebut, Cognizant Technology Solutions menjadi anak usaha dari IMS Health. Pada bulan Juni 1998, Cognizant Technology Solutions mengadakan penawaran umum perdana, dan berhasil mengumpulkan dana sebesar $34 juta, kurang dari yang diharapkan oleh penjamin emisi IMS Health. Cognizant Technology Solutions berencana menggunakan dana tersebut untuk membayar utang dan memperbaiki kantor-kantornya.[15]
Kumar Mahadeva kemudian memutuskan untuk mengurangi ketergantungan perusahaan ini terhadap proyek Y2K. Pada kuartal pertama tahun 1999, hanya 26% dari pendapatan perusahaan ini yang berasal dari proyek Y2K, padahal pada awal tahun 1998 mencapai 49%. Karena percaya bahwa pasar perangkat lunak ERP senilai $16,6 miliar telah jenuh, Kumar Mahadeva pun memutuskan untuk tidak lagi mengerjakan proyek ERP berskala besar, dan mengalihkan fokus perusahaan ini ke manajemen aplikasi, yang pada kuartal pertama tahun 1999, telah menyumbang sebanyak 37% dari total pendapatan Cognizant.[11] Pendapatan Cognizant pada tahun 2002 mencapai $229 juta, dan telah tidak memiliki utang sama sekali, dengan saldo di bank mencapai $100 juta.[15] Selama ledakan dotcom, perusahaan ini tumbuh dengan mengerjakan proyek perawatan yang tidak mau dikerjakan oleh perusahaan teknologi informasi besar.
Pada tahun 2003, IMS Health menjual 56% saham Cognizant untuk mencegah upaya pengambilalihan paksa.[15][17] Kumar Mahadeva kemudian mengundurkan diri dari jabatan CEO pada tahun 2003, dan digantikan oleh Lakshmi Narayanan.[18] Perlahan-lahan, portofolio layanan perusahaan ini dikembangkan ke seluruh bidang layanan teknologi informasi, serta ke alih daya proses bisnis dan konsultansi bisnis. Lakshmi Narayanan kemudian digantikan oleh Francisco D'Souza pada tahun 2006. Cognizant mengalami pertumbuhan pesat selama dekade 2000-an, sehingga masuk dalam daftar "100 Fastest-Growing Companies" yang disusun oleh Fortune mulai tahun 2003 hingga 2012.[19][20]
Pada bulan September 2014, Cognizant resmi mengakuisisi penyedia layanan teknologi informasi perawatan kesehatan, TriZetto Corp dengan harga $2,7 miliar.[21] Saham Cognizant pun naik hampir 3%.[22]
Pada tanggal 24 Juni 2015, perusahaan ini meneken perjanjian senilai jutaan dolar dengan Escorts Group asal India untuk membantu bisnis Escorts bertransformasi digital dan memodernisasi operasi Escorts di semua segmen bisnis.[23]
Pada tanggal 30 Juni 2015, perusahaan ini bermitra dengan peritel supermarket NTUC FairPrice asal Singapura untuk melakukan transformasi digital di NTUC guna menyediakan layanan yang konsisten dan terpersonalisasi bagi para pembelinya di berbagai kanal.[24]
Pada bulan April 2018, Cognizant dan sebuah konsorsium yang beranggotakan sejumlah perusahaan asuransi jiwa asal India mengumumkan pengembangan sebuah rantai blok yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, dengan cara memfasilitasi pembagian data antar perusahaan. Platform yang dibangun di atas Corda, sebuah platform DLT yang dikembangkan oleh R3, tersebut diklaim dapat mengurangi ketergantungan terhadap perantara dan aggregator data pihak ketiga, untuk mendapat profil klien dan rincian kebijakan, seperti uji tuntas KYC, penjaminan emisi keuangan dan medis, penilaian risiko, deteksi penipuan, dan kepatuhan terhadap peraturan.[25]
Produk dan layanan
Cognizant menyediakan layanan teknologi informasi, keamanan informasi, konsultansi, alih daya teknologi informasi, dan alih daya proses bisnis. Layanan tersebut meliputi konsultansi bisnis dan teknologi, integrasi sistem, pengembangan & perawatan aplikasi, layanan infrastruktur teknologi informasi, kecerdasan buatan, rekayasa digital, analisis, intelijen bisnis, penyimpanan data, manajemen hubungan pelanggan, manajemen rantai pasok, solusi rekayasa & manufaktur, ERP, alih daya riset dan pengembangan, dan solusi pengujian.
Cognizant memiliki tiga bidang bisnis, yakni Bisnis Digital, Operasi Digital, dan Sistem & Teknologi Digital.[26]
Operasi
Regional
Perusahaan ini mempekerjakan 281.200[28] orang di seluruh dunia, yang mana lebih dari 150.000 orang di antaranya dipekerjakan di 10 lokasi di India. Pada tanggal 20 Januari 1994, Cognizant mendaftarkan cabangnya di Chennai, India dengan nama resmi Cognizant Technology Solutions India Private Limited. Pusat lain dari perusahaan ini terletak di Bangalore, Chennai, Coimbatore, Gurgaon, Noida, Hyderabad, Kochi, Kolkata,[29] Mangalore, Mumbai, dan Pune. Perusahaan ini juga memiliki pusat pengembangan lokal, regional, dan global di Britania Raya, Hungaria, Belanda, Spanyol, Tiongkok, Filipina, Kanada, Brazil, Argentina, Meksiko, dsb.[30]
[31]
Unit bisnis
Cognizant terbagi menjadi sejumlah unit vertikal dan horizontal. Unit vertikal fokus pada industri tertentu, seperti perbankan, jasa keuangan, asuransi, perawatan kesehatan, manufaktur, dan ritel. Sementara unit horizontal fokus pada teknologi atau proses tertentu, seperti analisis, komputasi seluler, alih daya proses bisnis, dan pengujian. Unit horizontal dan vertikal masing-masing memiliki konsultan bisnis, yang bersama-sama membentuk tim Cognizant Consulting. Cognizant merupakan salah satu perekrut magister administrasi bisnis terbesar di industrinya. Para magister tersebut dilibatkan dalam pengembangan bisnis dan analisis bisnis pada proyek layanan teknologi informasi.