Ia lahir sebagai putra sulung Saigō Kichibei Takamori. Nama kehormatan (imina) yang diterimanya sewaktu genbuku adalah Takanaga (隆永code: ja is deprecated ), dan kemudian sebagai Takeo dan Takamori (隆盛code: ja is deprecated ). Nama kecilnya adalah Kokichi (小吉code: ja is deprecated ) alias Zenbei (善兵衛code: ja is deprecated ) atau Kichinosuke (吉之介 atau 吉之助code: ja is deprecated ). Nama Saigō Takamori mulai dipakainya setelah namanya salah tulis sewaktu didaftarkan oleh salah seorang temannya yang bernama Yoshii Tomozane. Nama Saigō Takamori sebenarnya adalah nama ayahnya.
Karier Takamori dimulai dari samurai kelas rendah di Domain Satsuma. Prestasinya membuat Shimazu Nariakira memberi kenaikan pangkat. Setelah tuannya, Nariakira meninggal dunia, Takamori ikut diasingkan ke Kepulauan Amami Ōshima. Ia pulang ke Kagoshima untuk sekali diasingkan ke pulau terpencil Okinoerabujima. Ia diasingkan karena tidak cocok dengan Shimazu Hisamitsu (ayah penguasa Satsuma yang baru). Namun, Takamori bisa pulang ke Satsuma setelah mendapat rekomendasi dari karō bernama Komatsu Kiyokado dan Ōkubo Toshimichi. Kariernya menanjak sejak membela pihak istana dalam Pemberontakan Hamaguri1864. Ia membantu terbentuknya aliansi Satchō dan kembalinya kekuasan ke tangan kaisar. Takamori menjadi salah seorang pemimpin dalam Perang Boshin. Berkat hasil negosiasi Takamori dengan Katsu Kaishū, Istana Edo bisa diserahkan dengan damai. Pihak Inggris berada di pihak Takamori yang mendukung pemerintah baru dan tidak menginginkan terjadi perang.
Setelah kembali ke kampung halamannya di Satsuma, Takamori ke Edo sebagai anggota sangi pada tahun 1871. Kariernya terus menanjak hingga menjadi jenderalangkatan darat kepala penjaga istana (konoe totoku). Sewaktu Ōkubo Toshimichi dan Kido Takayoshi sedang ke luar negeri bersama Misi Iwakura, Takamori bertindak penjabat pemerintah. Ia mengusulkan agar dirinya diangkat sebagai duta besar untuk Korea. Usulannya tidak disetujui Kido Takayoshi. Ketika terjadi perselisihan tentang rencana invasi ke Korea 1873, Takamori termasuk salah satu dari separuh anggota sangi yang mengundurkan diri. Ia lalu pulang ke Satsuma untuk menjadi guru sekolah. Mantan samurai yang kehilangan pekerjaan memberontak di sana-sini, dimulai dari Pemberontakan Saga, Pemberontakan Shimpūren, Pemberontakan Akizuki, hingga Pemberontakan Hagi. Pada tahun 1877, murid asuhannya membuat kekacauan. Takamori memimpin Pemberontakan Satsuma, dan akhirnya melakukan seppuku di tempat bernama Shiroyama.
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Saigō Takamori.