Rusa merah asia tengah (Cervus hanglu), juga dikenal sebagai rusa merah tarim, adalah sebuah spesiesrusa yang berasal dari Asia Tengah, tempat spesies tersebut banyak tersebar, namun kini terpencar dengan unit populasi kecil di banyak negara. Spesies tersebut terdaftar sebagai spesies resiko rendah pada Daftar Merah IUCN sejak 2017.[1] Spesies tersebut pertama kali dideskripsikan pada pertengahan abad ke-19.[2]
Cervus bactrianus dicetuskan oleh Richard Lydekker pada 1900 yang merupakan seekor rusa hidup yang ditangkap di sekitaran Tashkent, Uzbekistan dan dibawa ke Inggris.[5] Dua tahun kemudian, ia menganggapnya merupakan subspesies rusa merah (C. e. bactrianus).[6]
Cervus hagenbeckii dicetuskan oleh seorang zoologis Rusia pada 1904 untuk seekor rusa merah dari Turkestan Rusia yang dikirim ke Kebun Binatang Moskow pada 1890an.[7]
12Wagner, J.A. (1844). "Der Bahra-Singha". Dalam Schreber, J.C.D. (ed.). Die Säugthiere in Abbildungen nach der Natur, mit Beschreibungen. Vol. Supplement 4. Erlangen: Expedition des Schreber'schen Säugthier- und des Esper'schen Schmetterlingswerkes. hlm. 351–353.
↑Adams, L. A. (1858). "Chapter X". Wanderings of a naturalist in India: the western Himalayas, and Cashmere. Edinburgh: Edmonston & Douglas. hlm. 176–207.
↑Ellerman, J.R. & Morrison-Scott, T.C.S. (1951). "Cervus elaphus, Linnaeus 1758". Checklist of Palaearctic and Indian mammals 1758 to 1946 (Edisi First). London: British Museum (Natural History). hlm. 367–370.