Sungai Tarim merupakan sungai pedalaman terpanjang di Tiongkok.[1] Sungai Tarim berhulu di Pegunungan Karakoram dan mengalir ke Lop Nur di sepanjang tepi utara Gurun Taklamakan. Sungai ini memiliki panjang total 2.327 kilometer dan daerah aliran sungai seluas 1,02 juta kilometer persegi. Anak sungai utamanya meliputi Sungai Hotan, Sungai Aksu, dan Sungai Kashgar. Aliran Sungai Tarim berfluktuasi dari utara ke selatan sepanjang sejarah, dan migrasinya tidak pasti. Perubahan sungai besar terakhir terjadi pada tahun 1921, ketika aliran utama beralih ke timur dan mengalir ke Lop Nur melalui Sungai Kongque. Pada tahun 1952, sebuah bendungan dibangun di dekat Kabupaten Yuli, terpisah dari Sungai Kongque, dan air sungai kembali ke Danau Taitma dan Lop Nur melalui jalur lama Tieganlik.[3]
Etimologi
Ahli geografi Yunani Ptolemaeus pada abad ke-2 Masehi menyebut Sungai Tarim sebagai Sungai Oichardes dalam bukunya "Geografi". "Shui Jing Zhu" menyebutnya Sungai Selatan. "Peta Wilayah Barat" Dinasti Qing menyebutnya "Erse Gol", yang berarti "air yang mengalir" dalam bahasa Mongolia. Menurut "Konsep Sejarah Qing", nama sungai Tarim berarti "kuda tanpa tali kekang", yang menggambarkan peralihan aliran sungai yang sering terjadi. Pada tahun ke-24 masa pemerintahan Kaisar Jiaqing dari Dinasti Qing (1819), Xu Song menulisnya dalam "Catatan Perairan Wilayah Barat". Dalam bahasa Uighur, "Tarim" mengacu kepada "lahan yang dapat ditanami", dan dikatakan bahwa orang-orang yang tinggal di tepi sungai bercocok tanam untuk bisnis mereka.[3]
Dalam bahasa Turkik kuno, Sungai Tarim berarti "air di gurun". Sungai ini merupakan urat nadi penting Jalur Sutra pada zaman dulu.[4]
Hedin, Sven (1925): My Life as an Explorer. First published Boni & Liveright, New York. Republished: National Geographic Adventure Classics. Washington, D.C. 2003.
Hill, John E. (2009) Through the Jade Gate to Rome: A Study of the Silk Routes during the Later Han Dynasty, 1st to 2nd Centuries CE. John E. Hill. BookSurge, Charleston, South Carolina. ISBN978-1-4392-2134-1.
Hill, John E. 2004. The Peoples of the West from the Weilüe 魏略 by Yu Huan 魚豢: A Third Century Chinese Account Composed between 239 and 265 CE. Draft annotated English translation.
Hulsewé, A. F. P. and Loewe, M. A. N. 1979. China in Central Asia: The Early Stage 125 BC– AD 23: an annotated translation of chapters 61 and 96 of the History of the Former Han Dynasty. E. J. Brill, Leiden.
Stein, Aurel M. 1907. Ancient Khotan: Detailed report of archaeological explorations in Chinese Turkestan, 2 vols. Clarendon Press. Oxford.
Stein, Aurel M. 1921. Serindia: Detailed report of explorations in Central Asia and westernmost China, 5 vols. London & Oxford. Clarendon Press. Reprint: Delhi. Motilal Banarsidass. 1980.
Bacaan yang disarankan
Baumer, Christoph. 2000. Southern Silk Road: In the Footsteps of Sir Aurel Stein and Sven Hedin. White Orchid Books. Bangkok.
Mallory, J.P. and Mair, Victor H. 2000. The Tarim Mummies: Ancient China and the Mystery of the Earliest Peoples from the West. Thames & Hudson. London.