Rumaitha Al Busaidi adalah aktivis perubahan iklim asal Oman aktivis hak perempuan, pembawa acara radio, ilmuwan kelautan, pengusaha, dan atlet yang mendedikasikan hidupnya dalam menjaga lingkungan dan perubahan iklim.[1] Ia diakui sebagai analis sepak bola wanita pertama di Dunia Arab dan juga menjadi wanita Oman termuda yang berhasil menyeberangi Kutub Selatan.[2] Selain itu, Rumaitha juga dikenal luas sebagai salah satu tokoh radio di Oman dan termasuk dalam 100 perempuan inspiratif dari seluruh dunia pada 2023 versi BBC.[3]
Karier
Rumaitha Al Busaidi memperoleh diploma dari Universitas Delaware pada tahun 2005. Ia kemudian meraih gelar magister dari Sultan Qaboos University pada tahun 2014. Selain itu, ia juga melanjutkan pendidikan di Utrecht University. Ia memperoleh gelar Master of Public Administration dari Harvard Kennedy School. Rumaitha memiliki gelar MSc di bidang Ilmu Lingkungan dan Akuakultur.[4] Ia juga terpilih sebagai Millennium Fellow untuk tahun 2019 oleh Atlantic Council.[5]
Rumaitha pernah menjabat sebagai wakil ketua bidang manufaktur pangan untuk Program Nasional Oman dalam Meningkatkan Diversifikasi Ekonomi. Ia juga pernah menjadi penasihat untuk Pemerintah Oman. Saat ini, Rumaitha menjabat sebagai direktur Proyek dan Urusan Lingkungan serta Pengembangan Perikanan di Oman.[6]
Rumaitha mendirikan WomeX, sebuah platform untuk mengajarkan keterampilan negosiasi bagi perempuan Arab, guna mendidik para pengusaha wanita yang sedang berkembang di kawasan Arab.[7] Ia juga memperjuangkan hak-hak perempuan dan kepemimpinan pemuda dalam isu lingkungan.[8] Selain itu, Rumaitha telah bekerja sebagai pembawa acara radio selama beberapa tahun di Oman dan dikenal sebagai pembawa acara bahasa Inggris lokal pertama di stasiun radio swasta Oman. Ia juga pernah bermain sepak bola dan mewakili tim nasional sepak bola wanita Oman, meskipun tim tersebut disanksi oleh FIFA pada tahun 2007.[9]
Rumaitha menjadi bagian dari Komunitas Global Shapers dari World Economic Forum pada periode 2013 hingga 2020. Pada tahun 2017, ia dinobatkan sebagai Duta Perdamaian One Young World oleh Komisi Eropa. Selain itu, ia juga diangkat sebagai duta Challenge 22 untuk Piala Dunia FIFA 2022 dan menjadi duta untuk Institute for Economics and Peace (IEP).[1]
Rumaitha telah menyuarakan kekhawatiran tentang perubahan iklim global dalam agenda Davos di World Economic Forum.[10] Ia juga merupakan salah satu aktivis yang berpartisipasi dalam TED Countdown digital pada April 2021 sebagai bagian dari acara Earth Day Live.[11]
Penghargaan
Pada November 2023, Rumaitha Al Busaidi terpilih dalam daftar 100 Wanita BBC.[3]
Referesi
12"Rumaitha Al Busaidi". Atlantic Council (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-10-06.