Quercus sessiliflora var. mongolica (Fisch. ex Ledeb.) Franch.
Quercus crispula Blume
Quercus grosseserrata Blume
Quercus humosa Blume
Quercus keizo-kishimae Yanagita
Quercus mongolica, atau dikenal sebagai Ek mongolia, merupakan spesies ek yang berasal dari wilayah Jepang, Tiongkok, Korea, Mongolia, dan Siberia.[1] Pohon ini mampu tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 30 meter.[3] Daunnya berbentuk lonjong hingga bundar telur sungsang, dengan tepi yang bergerigi dan berwarna hijau pada musim panas, lalu berubah menjadi kuning‐coklat di musim gugur.[4] Pada varietas Quercus mongolica var. grosseserrata, ditemukan senyawa flavono-ellagitannin jenis mongolicin A dan B.[5] Selain itu, spesies ini juga diketahui memiliki nektar ekstrafloral yang muncul pada tunas daunnya.[6]
Penelitian tentang ekofisiologi menunjukkan bahwa Quercus mongolica dapat menyesuaikan diri ketika kadar karbon dioksida di udara meningkat dan kandungan nitrogen di tanah berkurang. Pohon ini beradaptasi dengan cara mengubah bentuk daunnya serta cara menyerap nitrogen, yang menandakan kemampuannya untuk bertahan di tengah perubahan iklim atau kondisi lahan yang berbeda.[7]
Persebaran populasi
Ek Mongolia dapat ditemukan di beragam habitat hutan gugur yang beriklim sedang hingga dingin di kawasan Asia Timur. Di Korea, pohon ini tumbuh di lereng pegunungan serta dataran tinggi dengan ketinggian mencapai sekitar 1.600 meter.[8] Berkat kemampuannya beradaptasi terhadap suhu rendah dan berbagai kondisi lingkungan, spesies ini juga banyak dibudidayakan sebagai tanaman lanskap di sejumlah negara lain seperti Finlandia.[9] Penelitian genetika populasi mengungkap bahwa Quercus mongolica memiliki tingkat keanekaragaman genetik yang cukup tinggi di wilayah timur laut Tiongkok. Sebagian besar variasi genetik tersebut ditemukan di dalam kelompok populasi yang sama, bukan di antara populasi yang berbeda.[10]
Kegunaan
Pohon ini memiliki peran ekologis penting sebagai salah satu spesies dominan di berbagai ekosistem hutan Asia Timur, dengan fungsi utama dalam membentuk lapisan kanopi, menyediakan habitat bagi satwa, serta menjaga keseimbangan ekosistem.[11] Dari segi ekonomi, kayunya yang keras dan padat menjadikannya bahan populer untuk furnitur, konstruksi, dan bahan bakar.[12] Selain itu, bijinya juga dimanfaatkan sebagai pakan hewan maupun bahan dalam berbagai olahan tradisional.[13] Akan tetapi, jumlah biji yang dihasilkan oleh Quercus mongolica bisa sangat berbeda dari tahun ke tahun dan dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya, di Taman Nasional Seoraksan dan Odaesan di Korea, jumlah biji yang dihasilkan bisa meningkat hingga 36 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Keadaan ini menyebabkan jumlah konsumsi biji yang berbeda di setiap tempat.[14]
↑Oregon State University. "Quercus mongolica". Landscape Plants. Diakses tanggal 2025-11-03.
↑Tannins and related compounds. LXXI. Isolation and characterization of mongolicins A and B, novel flavono-ellagitannins from Quercus mongolica var. grosseserrata. Ishimaru K, Ishimatsu M, Nonaka G, Mihashi K, Iwase Y and Nishioka I, Chemical and Pharmaceutical Bulletin, 1988, volume 36, nomor 9, halaman 3312–3318