Prunus zippeliana atau ceri daun besar (bahasa Mandarin: 大叶桂櫻, Dà yè guì yīng) merupakan spesies dari genus Prunus yang berasal dari wilayah Asia Timur, khususnya Tiongkok, Jepang, dan Vietnam,[2] dengan populasi liar yang juga ditemukan di Thailand.[3] Spesies ini umumnya tumbuh di daerah pegunungan berkapur pada ketinggian antara 400 hingga 2.400 meter di atas permukaan laut, terutama di hutan campuran dan semak belukar. Berdasarkan penelitian tahun 1994, P. zippeliana diketahui memiliki kemampuan paling tinggi di antara spesies Prunus lainnya dalam menghambat pembentukan melanin, menjadikannya menarik untuk penelitian kosmetik dan farmasi.[4] Selain itu, tanaman ini juga berperan penting dalam ekosistem pertanian sebagai inang musim dingin bagi Asphondylia yushimai, yaitu lalat empedu penggerek polong kedelai yang dikenal sebagai salah satu hama utama tanaman kedelai di Jepang.[5]
Deskripsi
Prunus zippeliana merupakan pohon berukuran sedang hingga besar, dengan tinggi umumnya antara 10 hingga 25 meter, meskipun beberapa individu dapat mencapai sekitar 30 meter. Kulit batangnya berwarna abu-abu kehijauan dan cenderung mengelupas membentuk bercak-bercak yang menampakkan lapisan berwarna oranye kemerahan di bawahnya. Seiring waktu, permukaan batang yang terpapar mengalami perubahan warna, menciptakan tampilan visual yang kontras dan menarik. Daunnya bertekstur tebal seperti kulit, bertangkai sepanjang 1–2cm, dan berukuran relatif besar. Masa berbunga berlangsung dari Juli hingga Oktober, dengan buah yang matang pada musim dingin. Bunganya muncul dalam bentuk tandan kecil berdiameter sekitar 5–9mm dan memiliki 20 hingga 25 benang sari, sedangkan buahnya berwarna coklat kehitaman ketika masak.[6]
Kegunaan
Kayu dari spesies ini sering digunakan sebagai bahan konstruksi besar di Taiwan.[7] Sedangkan di Vietnam bagian utara, akar kering P. zippeliana telah digunakan dalam pengobatan rakyat untuk keluhan sendi, radang sendi, sakit tulang belakang, dan nyeri saraf perifer yang dosisnya sekitar 10-20 g akar kering untuk direbus dan diminum.[8]Prunus zippeliana juga digunakan sebagai bahan pencerah kulit atau pengendali hiperpigmentasi karena ekstrak etanol 50% dari daunnya dapat menekan pembentukan melanin pada sel melanoma tikus (B-16) dengan cara menghambat aktivitas enzim tirosinase.[9]
Referensi
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
↑Vacante, Vincenzo; Kreiter, Serge (December 2017). Handbook of Pest Management in Organic Farming. CAB International North America. hlm.257. ISBN9781780644998.