Perusahaan Kereta Api Jepang Timur (東日本旅客鉄道株式会社code: ja is deprecated , Higashi-Nippon Ryokaku Tetsudō Kabushiki-gaisha) adalah perusahaan penyedia jasa perkeretaapian penumpang berbasis kereta rel listrik (KRL) dan Shinkansen terbesar di dunia dan salah satu perusahaan dalam kelompok JR. Perusahaan ini biasa disebut JR East (JR東日本code: ja is deprecated , Jeiāru Higashi-Nippon).
JR East juga memiliki beragam armada kereta, baik kereta konvensional maupun Shinkansen untuk memenuhi kebutuhan angkutan penumpang komuter di Jepang wilayah timur laut. Sebagian besar armadanya merupakan kereta rel listrik (KRL). Sebagian dari armada KRL tersebut dijual kepada KAI Commuter, sebuah anak perusahaan Kereta Api Indonesia, untuk dioperasikan pada jalur-jalur Commuter Line di Daerah Operasi I Jakarta.[11][12]
Ikhtisar
JR East sangat identik dengan warna hijau, JR East memiliki ciri khas berupa huruf "E" pada pola latar belakang tiketnya. JR East berpusat di Distrik Shibuya, Tokyo, perusahaan ini telah melantai di Pasar Utama (Prime Market) Bursa Efek Tokyo dan menjadi salah satu komponen saham utama dalam indeks Nikkei Stock Average serta TOPIX Large 70.[13][14]
Konsep mutu manajemen JR East Group adalah "Hidup secara lokal. Berkembang secara global.", slogan tersebut ditetapkan sebagai arah manajemen dalam pedoman JR East "Group Management Concept V - Endless Progress" yang diumumkan pada tahun 2012.[15][16]
Entitas ini resmi didirikan pada 1 April 1987 sebagai hasil dari kebijakan privatisasi dan pemecahan unit usaha BUMNJapanese National Railways (JNR).[17][18] Dalam pembentukannya, perusahaan mengambil alih seluruh fungsi operasional perkeretaapian yang sebelumnya berada di bawah wewenang Biro Kereta Api Nagano, Niigata, serta jalur-jalur perkeretaapian lain di wilayah Tōhoku dan Kantō.[19]
JR East
Atas: Logo JR East warna hijau tua. Bawah: Kereta seri JR East seri E235
JR East didirikan pada 1 April1987 setelah dipecah dari Japanese National Railways (JNR) milik pemerintah. Meskipun proses tersebut disebut "swastanisasi", JR East sebenarnya merupakan anak perusahaan penuh sebuah BUMN pemerintah, JNR Settlement Corporation selama beberapa tahun hingga akhirnya terjual sepenuhnya kepada publik pada tahun 2002.
East Japan Railway Company secara resmi memulai sejarahnya sebagai entitas yang lahir dari privatisasi besar-besaran Japanese National Railways (JNR). Dalam proses pembentukannya, perusahaan ini mengemban tanggung jawab besar dengan mengambil alih seluruh fungsi operasional kereta api yang sebelumnya berada di bawah wewenang Biro Kereta Api wilayah Nagano, Niigata, serta wilayah Tohoku dan Kanto.[20] Langkah awal penguatan ekosistem bisnis dilakukan dengan sangat gigih, salah satunya dengan mengakuisisi saham East Japan Kiosk (kemudian JR East Retail Network Company) pada tahun yang sama untuk dijadikan anak perusahaan strategis di sektor ritel pada Juni 1987.[21]
Pada April 1989, East Japan Railway Company melakukan langkah strategis untuk mendiversifikasi lini bisnisnya dengan mendirikan JR East Restaurant Company, sebuah entitas yang di kemudian hari bertransformasi menjadi JR East Food Business Company. Perusahaan ini dibentuk sebagai anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh JR East, dengan peran krusial sebagai pilar utama atau perusahaan inti dalam pengembangan dan pengelolaan bisnis kuliner untuk mengoptimalkan potensi komersial di area stasiun dan properti milik JR East.[22]
Selain itu, perusahaan mulai menata efisiensi jalur dengan menghapuskan beberapa jalur lama seperti Jalur Aizu, Jalur Kihara, dan Jalur Mooka untuk kemudian dikonversi menjadi perusahaan operator kereta api swasta tersendiri untuk tingkat daerah.
Pada tahun 1993, sebanyak 382 stasiun memiliki aturan area bebas rokok sepanjang hari, kecuali untuk area tertentu yang telah ditentukan.[23]
Kemudian selama dekade 1990-an, perusahaan ini melakukan lompatan teknologi yang signifikan dalam layanan penumpang melalui pengenalan kartu pembayaran elektronik. Inovasi dimulai dengan peluncuran IO Card di Jalur Yamanote pada tahun 1991, yang menjadi cikal bakal revolusi transaksi nontunai di stasiun-stasiun Jepang.[20]
Keberhasilan IO Card sebagai transaksi tiket nontunai kemudian disempurnakan dengan peluncuran kartu pintarSuica pada November 2001.[24] Kartu Suica tidak hanya berfungsi sebagai tiket elektronik tetapi juga berkembang menjadi alat pembayaran serbaguna. Di sektor finansial, JR East mempertegas kemandiriannya dengan melantai di Pasar Utama Bursa Efek Tokyo pada Oktober 1993. Hingga tahun 2020, perusahaan ini tetap memegang posisi penting di pasar modal sebagai salah satu konstituen dalam indeks TOPIX Large 70 setelah sebelumnya sempat berada dalam kategori TOPIX Core30.[14]
Ekspansi infrastruktur terus dilakukan melalui pembangunan jalur kereta cepat Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah utara secara lebih efisien. Perpanjangan jalur Shinkansen Tohoku menuju Shin-Aomori pada tahun 2010 serta pembukaan jalur Shinkansen Hokuriku menuju Kanazawa pada 2015 untuk memperluas jangkauan operasionalnya.[25]
Namun terjadi Gempa Besar Jepang Timur pada Maret 2011.[26] Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur rel yang sangat parah di wilayah Tohoku.[27] Bencana tersebut memaksa perusahaan mencatatkan penurunan pendapatan paling drastis dalam sejarahnya akibat penghentian operasional jangka panjang.[28][29] Untuk memulihkan konektivitas di wilayah yang hancur, perusahaan memperkenalkan inovasi Bus Rapid Transit (BRT) sebagai pengganti sementara layanan kereta api di Jalur Kesennuma dan Ofunato.[butuh rujukan]
Memasuki era modern, perusahaan terus beradaptasi dengan perubahan gaya hidup dan kebutuhan penumpang melalui diversifikasi bisnis, seperti peluncuran layanan poin terpadu JRE POINT pada 2016 dan pengembangan bisnis kantor bersama (shared office) di stasiun-stasiun besar pada 2019.[30]
Meski demikian, terdapat tantangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada akhir tahun fiskal Maret 2021, perusahaan memproyeksikan defisit finansial konsolidasi untuk pertama kalinya sejak masa privatisasi.[31] Hal ini disebabkan oleh penurunan penggunaan transportasi umum secara masif akibat pandemi global, yang kemudian memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi jadwal, termasuk memajukan jam keberangkatan kereta terakhir di wilayah Tokyo guna memberikan waktu lebih bagi pemeliharaan jalur.[32]
Pada tahun 2014, JR East mendapatkan penjualan sebesar AS$27,7 juta dengan total keuntungan AS$1,9 juta.[33]
Pada tahun yang sama, JR East menempati peringkat ke-237 dalam daftar Global 2000, sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes, dengan total nilai pasar (market value) AS$28,7 juta dan total aset sebesar AS$68,8 juta.[33]
Struktur perusahaan
Bangunan kantor
Per 1 Oktober 2022, berikut merupakan bangunan milik JR East.[34]
Berikut adalah daftar layanan kereta api yang memiliki nama julukan (nickname) di jaringan JR East sejak perusahaan resmi berdiri hingga revisi jadwal per tanggal 15 Maret 2025. Cakupan informasi ini meliputi layanan yang masih aktif beroperasi maupun yang dioperasikan melalui kerja sama dengan perusahaan JR lainnya.
Penggunaan kartu pintar atau kartu elektronik di jaringan perkeretaapian Jepang mencakup kartu Suica, PASMO, Kitaca, TOICA, Manaca, ICOCA, SUGOCA, Nimoca, dan Hayakaken, telah diintegrasikan untuk melayani transaksi penjualan di dalam stasiun.[37] Kartu tersebut memungkinkan penumpang untuk melakukan pembelian makanan atau minuman di atas kereta dengan sistem tap-and-go yang lebih efisien dibandingkan transaksi tunai konvensional.
Pendapatan tiket
Peringkat pendapatan perhari pada tahun fiskal 2018.[38]
Higashi-Nihon Kiosk - mengoperasikan kios-kios stasiun yang menjual surat kabar, minuman, dan barang-barang lainnya. Juga mengoperasikan jaringan toko kelontong NEWDAYS
JR Bus Kantō / JR Bus Tōhoku - operator bus antarkota
Nippon Restaurant Enterprise - menjual bento (bekal makan siang Jepang) di stasiun
↑East Japan Railway Company. "Financial Report 2023"(PDF). hlm.3. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 28 August 2023. Diakses tanggal 27 August 2023.
123"Organization". East Japan Railway Company. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 October 2022. Diakses tanggal 20 June 2009.
↑East Japan Railway Company. グループ会社一覧 (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 October 2022. Diakses tanggal 20 June 2009.
↑会社要覧2008(PDF) (dalam bahasa Jepang). East Japan Railway Company. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 22 April 2023. Diakses tanggal 20 June 2009.
↑"JR East 2012 Annual Report"(PDF). East Japan Railway Company. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 31 December 2022. Diakses tanggal 16 February 2013.
↑Nihon Keizai Shimbun (2026-02-04). "構成銘柄一覧:日経平均株価"[Daftar Konstituen Nikkei Stock Average]. Nikkei (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-02-04.
12Tokyo Stock Exchange (2020-10-07). TOPIXニューインデックスシリーズ」の定期選定結果及び構成銘柄一覧 (10月30日実施)[Hasil Seleksi Berkala dan Daftar Konstituen Seri Indeks Baru TOPIX](PDF) (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Japan Exchange Group.
↑East Japan Railway Company (2017). "JR東日本グループ CSR報告書2017"(PDF). JR East (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-02-05.
↑East Japan Railway Company (2016-10-28). "グループ経営構想V「今後の重点取組み事項」の更新等について"(PDF). JR East (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-02-05.
↑"JR年表". JR気動車客車編成表 90年版[Tabel Komposisi Kereta Rel Diesel dan Kereta Penumpang JR Edisi '90] (dalam bahasa Jepang). ジェー・アール・アール (JRR). 1990-08-01. hlm.169–171. ISBN4-88283-111-2.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑"駅の終日禁煙拡大" [Perluasan Larangan Merokok Sepanjang Hari di Stasiun]. 交通新聞 (Kotsu Shimbun). hlm.2.
↑East Japan Railway Company (2015-12-02). "おかげさまでSuica電子マネーは10周年を迎えます"(PDF) (dalam bahasa Jepang). hlm.4. Diakses tanggal 2025-02-05.
↑Inc, Nikkei (2015-03-14). "北陸新幹線が開業 一番列車、金沢を出発". 日本経済新聞 (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-02-05.
↑East Japan Railway Company (2011). Annual Report 2011: Restoration of Operations(PDF) (Report) (dalam bahasa Inggris). Vol.1. JR East. hlm.9, 12. Diakses tanggal 2026-02-05. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑East Japan Railway Company (2011-10-28). "JR東日本会社案内 2011"(PDF). JR East. hlm.5. Diakses tanggal 2026-02-05.
↑Shiraki, Maki (2021-10-28). "JR東日本、一転して最終赤字予想に 利用客低調で2年連続"[JR East memperkirakan defisit akhir untuk tahun kedua berturut-turut karena jumlah penumpang yang lesu.]. Reuters. Diakses tanggal 2026-02-05.
↑"普通列車グリーン車での交通系ICカードによる車内販売決済の拡大について"(PDF) (Press release) (dalam bahasa Jepang). East Japan Railway Company. 2019-05-28. Diakses tanggal 5 Februari 2026.
↑JR東日本グループ 会社案内 2019-2020: 諸元[Panduan Manajemen Grup JR East 2019-2020: Data Umum](PDF) (Report) (dalam bahasa Jepang). East Japan Railway Company. 2019. hlm.87. Diakses tanggal 5 Februari 2026.
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai JR East.