| Nama Peristiwa/Kampanye |
Tahun Kejadian |
Aktor dan Sumber Serangan |
Metode Serangan |
Dampak Psikologis pada Publik |
Respons Nasional |
Referensi/Sumber Data |
| Kampanye Disinformasi dan Hoaks di Pemilu 2019 dan 2024 |
2019, 2023-2024 |
Kelompok terorganisir dan aktor negara, sumber serangan dari pusat data luar negeri (kemungkinan negara asing seperti China atau lain yang tidak spesifik disebut) |
Penyebaran hoaks, troll media sosial, disinformasi, manipulasi narasi politik |
Polarisasi politik, meningkatnya ketidak percayaan terhadap institusi, disonansi kognitif, kecemasan sosial |
Pemerintah melalui Kementerian Kominfo melakukan literasi digital, pengecekan fakta, penghapusan konten hoaks, kerja sama dengan platform digital |
[8] |
| Serangan Siber Infrastruktur Kritis dan Pusat Data Nasional |
2024 |
Aktor negara asing (belum teridentifikasi jelas), serangan dari pusat data di luar negeri |
Peretasan, pencurian data strategis, sabotase digital, spionase siber |
Ketidakpercayaan publik atas keamanan data, kecemasan akibat kerentanan layanan publik, ketegangan sosial |
Pembentukan tim tanggap insiden militer, peningkatan sistem keamanan siber TNI, kerja sama BSSN dan PT Len Industri |
[9] |
| Kampanye Propaganda dan Perang Informasi (Hybrid Warfare) |
2020-2025 |
Negara asing dan proksi aktor non-negara |
Propaganda di media sosial, tekanan diplomatik, serangan siber, manipulasi opini publik |
Disintegrasi sosial, meningkatnya polarisasi, rasa ketidakamanan, panik kolektif, krisis kepercayaan dalam masyarakat |
Penyusunan kebijakan pertahanan siber, penguatan komponen militer dan nonmiliter termasuk BSSN, pembentukan kebijakan pertahanan hibrida |
[10] |