Pada masa kekuasaan KaisarAugustus, Roma mengalami konflik berdarah melawan Cantabri, Astures dan Gallaeci masih melawan pendudukan Romawi, bangsa-bangsa Keltik independen terakhir dari Hispania. Bangsa-bangsa penyuka perang tersebut melawan domiansi Romawi. Sepuluh tahun perang dan delapan legiun dengan pasukan auksilier mereka – lebih dari 50.000 prajurit secara total – diperlukan untuk menundukkan wilayah tersebut.[3]
Augustus pindah ke Segisama (kini Sasamon, Burgos) pada 26 SM untuk menaungi kampanye tersebut secara perorangan. Pertikaian besar dirampungkan pada 19 SM, meskipun terdapat pemberontakan kecil sampai 16 SM dan Romawi mengerahkan dua legiun disana selama lebih dari tujuh puluh tahun.
Referensi
12Florus (1929). "XXXIII – The War against the Cantabrians and Asturians". Dalam E. S. Forster (ed.). The Epitome of Roman History, Book II. Loeb Classical Library. Diakses tanggal 2013-12-10.