Penghambat absorpsi kolesterol adalah golongan senyawa yang mencegah absorpsikolesterol dari usus halus ke dalam sistem peredaran darah. Sebagian besar molekul ini adalah monobaktam tetapi tidak menunjukkan aktivitas antibiotik. Contohnya adalah ezetimibe (SCH 58235)[1][2][3][4] Contoh lainnya adalah Sch-48461.[5] "Sch" adalah singkatan dari "Schering-Plough", tempat senyawa-senyawa ini dikembangkan. Fitosterol juga merupakan penghambat absorpsi kolesterol.
Serat larut kental tersedia dalam makanan atau suplemen serat dan dapat mengurangi LDL-C. Dihipotesiskan bahwa efek ini terjadi dengan mengikat asam empedu dan mencegah penyerapannya.[6]Psilium mengurangi LDL-C sebesar 0,33 mmol/l (12,5 mg/dl) dan juga mengurangi apolipoprotein B, sehingga sebuah tinjauan sistematis menyimpulkan bahwa psilium "secara efektif memperbaiki penanda lipid konvensional dan alternatif, berpotensi menunda proses risiko CVD yang terkait dengan aterosklerosis pada mereka yang memiliki atau tanpa hiperkolesterolemia".[7] Serat larut lainnya yakni glukomanankonnyaku, mengurangi LDL sebesar 10 persen.[8]