Pada semester 1 tahun 2024, Jumlah Penduduk Desa Nusasari menurut Data Kementerian Dalam Negeri sebanyak 3.865 jiwa. Terdapat 926 Kepala Keluarga (KK), perpindahan penduduk sebanyak 21 orang, serta terdapat 2 orang yang meninggal dunia.[6]
Selain itu, Desa Nusasari pada tahun 2024, memiliki jumlah Penduduk Laki-laki sebanyak 1.923 dan Perempuan sebanyak 1.942. Penduduk desa Nusasari sampai dengan tahun 2016 berjumlah 3.536 jiwa terdiri dari 1.728 laki-laki dan 1.808 perempuan dengan sex rasio 95,58.[1] Menurut data BPS, pada tahun 2010, terdapat 2.955 jiwa di Desa Nusasari.
Agama
Menurut data Kementerian Dalam Negeri semester 1 tahun 2024, sebanyak 98,8% penduduk Desa Nusasari menganut agama Hindu. Kemudian penduduk yang beragama Islam sebanyak 0,5%. Selebihnya beragama Kristen sebanyak 0,5%, dimana Protestan sebanyak 0,4% dan Katolik sebanyak 0,1%.[6]
Data Mata Pencarian Penduduk Desa Nusasari pada Juni 2024[6]
Pekerjaan
Jumlah Jiwa
Keterangan
Belum/Tidak Bekerja
1.409
Nelayan
1
Pelajar dan Mahasiswa
335
Pensiunan
39
Perdagangan
21
Mengurus Rumah Tangga
670
Wiraswasta
107
Guru
45
Perawat
5
Pengacara
2
Pekerjaan Lainnya
1
Desa Nusasari
3.865
Kependudukan
Data Status Pernikahan di Desa Nusasari pada Juni 2024[6]
Status Perkawinan
Jumlah Jiwa
Keterangan
Belum Kawin
1.646
Kawin
2.002
Cerai Hidup
26
Cerai Mati
191
Sosial Budaya
Tradisi Napak Pertiwi
Desa Adat Nusasari menggelar tradisi Napak Pertiwi setiap enam bulan sekali, tepatnya saat Hari Raya Kuningan, yang diadakan di Pura Penataran Ped dengan melibatkan pangempon banjar. Tradisi ini, yang kali ini diadakan dengan pengaci alit dan diiringi oleh tarian calonarang, bertujuan melestarikan kesenian dan budaya setempat. Desa Adat Nusasari terbagi menjadi enam banjar adat yang masing-masing memiliki Pura Ped. Desa Adat bersama desa dinas bekerja sama untuk mempertahankan agama dan budaya.[7]
Pendidikan
Data Tingkatan Pendidikan Penduduk Desa Nusasari pada Juni 2024[6]
Pendidikan
Jumlah Jiwa
Keterangan
Tidak/Belum Sekolah
1.118
Belum Tamat SD
431
Tamat SD
641
SLTP
467
SLTA
891
D1 dan D2
71
D3
44
S1
192
S2
9
S3
1
Ekonomi
Penghasil Kakao
Desa Nusasari di Kecamatan Melaya, Jembrana, diresmikan sebagai Desa Kakao Devisa (Dekade) pertama di Indonesia oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)-Indonesia Eximbank (IEB). Peresmian tersebut dilaksanakan di Koperasi Kerta Samaya Samaniya pada tanggal 6 Desember.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur Eksekutif LPEI-IEB Sinthya Roesly, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT Hendra Prasmono, Ketua Komisi B DPRD Jembrana I Ketut Suastika, serta para Kelian Subak Abian se-Kabupaten Jembrana.[5]
Pemerintahan
Pembagian Administratif
Desa Nusasari pada Tahun 2023, menurut data BPS, terdapat 1 desa adat, 5 banjar dinas, dan 6 banjar adat.