Kalimantan Utara (diakronimkan sebagai Kaltara) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang berada di bagian utara Pulau Kalimantan. Provinsi ini merupakan salah satu provinsi berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya negara bagian Sabah dan Sarawak. Pusat pemerintahan Kalimantan Utara saat ini berada di Tanjung Selor, yang juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan.[8] Pada akhir tahun 2025, jumlah penduduk kalimantan Utara tercatat sebanyak 786.228 jiwa.[9][4]
Kementerian Dalam Negeri menetapkan 11 daerah otonomi baru yang terdiri atas satu provinsi dan 10 kabupaten, termasuk Kalimantan Utara pada hari Senin, 22 April2013. Bersama dengan penetapan itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melantik kepala daerah masing-masing, termasuk pejabat Gubernur Kalimantan Utara yakni Irianto Lambrie. Infrastruktur pemerintahan Kalimantan Utara masih dalam proses persiapan yang direncanakan akan berlangsung paling lama dalam 1 tahun.[11]
Sejarah
Sejarah Sebelum Pembentukan
Provinsi Borneo saat masa awal kemerdekaan, tahun 1945.
Dalam sejarahnya negeri-negeri di bagian utara pulau Kalimantan, yang meliputi Sarawak, Sabah, Brunei.[12] Sejak masa Hindu hingga masa sebelum terbentuknya Kesultanan Bulungan, daerah yang sekarang menjadi wilayah provinsi Kalimantan Utara hingga daerah Kinabatangan di Sabah bagian Timur merupakan wilayah mandala negara Berau yang dinamakan Nagri Marancang.[13] Namun belakangan sebagian utara Nagri Marancang (alias Sabah bagian Timur) terlepas dari Berau karena diklaim sebagai wilayah mandala Brunei, kemudian oleh Brunei dihadiahkan kepada Kesultanan Sulu dan Suku Suluk mulai bermukim di sebagian wilayah tersebut.[14] Kemudian Inggris menguasai sebelah utara Nagri Marancang dan Belanda menguasai sebelah selatan Nagri Marancang (sekarang provinsi Kaltara).[15][16]
Proses pemekaran Kalimantan Utara menjadi suatu provinsi terpisah dari Kalimantan Timur telah dimulai pada tahun 2000-an.[24][25] Setelah melalui proses panjang, pembentukan provinsi Kalimantan Utara akhirnya disetujui dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012.[26][27]
Geografis
Provinsi Kalimantan Utara memiliki luas wilayah ± 75.467.70 km², terletak di posisi antara 114º 35’ 22"–118º 03' 00" Bujur Timur dan antara 1º 21’ 36"–4º 24’ 55" Lintang Utara. Selain itu sesuai dengan batas kewenangan provinsi, Provinsi Kalimantan Utara memiliki luas lautan seluas 11.579 km² (13% dari luas wilayah total).[28]
Pada awal berdirinya provinsi Kalimantan Utara, posisi gubernur dijabat oleh Irianto Lambrie, yang bertugas sebagai penjabat gubernur. Irianto dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, pada 22 April 2013.[29] Irianto sebelumnya menjabat sebagai sekretaris daerah Kalimantan Timur, yang kemudian dipilih oleh pemerintah pusat untuk menduduki kursi ekskutif secara sementara di Kalimantan Utara. Pemilihan umum pertama untuk memilih gubernur Kalimantan Utara dilaksanakan pada 2015.[30] Kemudian, Irianto menang pada pemilu 2015, bersama wakil gubernur, Udin Hianggio.
Pada saat dibentuk, wilayah Kalimantan Utara dengan 408 orang PNS dibagi menjadi 5 wilayah administrasi, yang terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten sebagai berikut:
DPRD Kaltara beranggotakan 35 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali.
Pimpinan DPRD Kaltara terdiri dari 1 Ketua dan 2 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik dengan jumlah kursi dan suara terbanyak.
Anggota DPRD Kaltara yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2024 yang dilantik pada 4 September 2024 di Ruang Rapat DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Komposisi anggota DPRD Kaltara periode 2019-2024 terdiri dari 12 partai politik dimana Partai Gerindra, PDI Perjuangan, dan Partai Hanura merupakan pemilik kursi terbanyak yaitu masing-masing 5 kursi.[34][35][36]
Berdasarkan data Kementerian Agama pada akhir 2025, mayoritas penduduk Kalimantan Utara menganut agama Islam. Adapun banyaknya penduduk Kalimantan Utara menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 73,17%, diikuti oleh agama Kekristenan sebanyak 26,26% dengan rincian Protestan sebanyak 19,39% dan Katolik sebanyak 6,87%. Agama Kristen mayoritas di Kabupaten Malinau. Selebihnya menganut agama Buddha sebanyak 0,50%, kemudian Hindu sebanyak 0,04%, Konghucu sebanyak 0,02% dan penganut kepercayaan sebanyak 0,01%.[9][40]
Pendidikan bagi anak di Kalimantan Utara masih memerlukan perbaikan ke arah yang lebih baik dan itu berpengaruh bagi kelangsungan hidup warga perbatasan. Ini dikarenakan penduduk yang tinggal di daerah perbatasan bekerja di perkebunan sawit dan jauh dari pemukiman warga, sehingga anak-anak tidak dapat sekolah. Selain dari ketiadaan pilihan lainnya, hal lain adalah warga yang bekerja di kebun sawit di Malaysia putus sekolah dan tidak berkeahlian.[41]
Menurut Sistem Informasi Data Statistik Sektoral Kalimantan Utara, 1.140 ruang kelas SD hingga SMA mengalami rusak sedang hingga berat. Per 2019, sebanyak 30 bangunan sekolah dasar dan menengah telah diperbaiki dan 12 di antaranya dekat perbatasan Indonesia-Malaysia yang tersebar di Kabupaten Malinau dan Nunukan dengan anggaran mencapai Rp 34 miliar.[42] Namun, ada upaya pemberdayaan pendidikan oleh masyarakat seperti yang dicontohkan dari Kabupaten Malinau yang memiliki program "jam belajar masyarakat" (atau jambelmas) yang berasal dari Gerakan Wajib Belajar 16 Tahun dengan perpustakaan desa dan rumah baca masyarakat. Menurut Neraca Pendidikan Daerah Kemendikbud, per 2018, kabupaten ini memiliki 99 SD dan 29 SMP.[43]
Sektor pariwisata di Kalimantan Utara mengunggulkan objek-objek wisata pesona alam dan hutan tropis serta budaya Dayak dan Tidung. Destinasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara antara lain Gunung Putih di Bulungan, air terjun Gunung Rian di Tana Tidung, air terjun Semolon di Malinau, Sae Lanuka di Nunukan, Pantai Amal, hingga hutan mangrove di Tarakan, dan lainnya.[44]
Selain itu pariwisata Kalimantan Selatan juga menawarkan kekayaan budaya meliputi Desa Wisata Setulang, Festival Irau dan Museum Kesultanan Bulungan.
↑"APBD". Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Diarsipkan dari asli(virtual) tanggal 2022-07-26. Diakses tanggal 26 Juli 2022.
↑"DBH, DAU, DID, Otsus TA 2022"(PDF). Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. hlm. 8. Diarsipkan dari asli(pdf) tanggal 2022-07-27. Diakses tanggal 26 Juli 2022.
↑"Mendagri Lantik Pj Gubernur Kaltara Hari Ini". Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur. 22 April 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-26. Diakses tanggal 30 April 2022.
↑Wijaya, Agoeng (1 Desember 2014). Politik Cabai, Majalah Tempo Edisi Khusus Antropologi Kuliner Indonesia. Jakarta: PT Tempo Inti Media. hlm. 138–152. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)