Koleksi
Museum memiliki dua lantai dengan total 736 koleksi,[6] terdiri dari 524 koleksi yang dipamerkan di ruang pameran, 208 koleksi di ruang penyimpanan, dan 4 koleksi yang ditempatkan di luar ruangan. Koleksi tersebut berasal dari Dinas Kehutanan, Perum Perhutani, kantor-kantor kehutanan, hibah, serta sumbangan perseorangan, termasuk sejumlah besar sumbangan dari Dr. Soedjarwo.[7]
Di lantai pertama, pengunjung dapat melihat fosil kayu jati berusia 336 tahun, patung penjaga hutan dari Suku Dayak, lukisan dan foto Pasukan Wanara, alat ukur peta kehutanan, peralatan eksplorasi hutan, serta foto-foto pengangkutan kayu pada masa lalu. Selain itu terdapat diorama berbagai jenis hutan, seperti hutan alam, hutan jati, hutan pinus, hutan agathis, hutan bakau, dan hutan payau, yang dibuat menyerupai kondisi aslinya.[8] Museum ini juga menampilkan artefak pemanfaatan kayu oleh industri, aneka biji-bijian, beragam hama, koleksi kerajinan dari bambu, serta peralatan yang digunakan untuk kegiatan di hutan.
Di lantai kedua, koleksi yang ditampilkan berupa infografis dan foto-foto mengenai hutan Indonesia, meliputi manfaat, fungsi, tipe, dan peranan hutan. Ruangan ini juga memuat dokumentasi sejarah kehutanan beserta foto-foto bertema lingkungan dan kehutanan lainnya.[9]
Selain koleksi utama di dalam ruangan, museum juga menyimpan sebuah pohon jati berusia 139 tahun di area pintu masuk. Ragam koleksi lainnya mencakup berbagai jenis kayu (seperti jati, meranti, dan kampar) serta produk-produk turunan dari kulit kayu, getah, bunga, dan daun, seperti kapur barus, kertas, bahan pelitur, minyak cendana, dan kayu manis. Produk olahan tersebut ditampilkan dalam bentuk ukiran, peralatan rumah tangga tradisional, peralatan berburu, pakaian, serta kerajinan berbahan sutera alam dengan corak dan warna yang beragam.