Muhammad Jamil Jaho lahir pada 1875 di Jaho, dari pasangan Datuk Garang dan Umbuik. Ayah Jamil adalah kadi di Tambangan. Muhammad Jamil mula-mula belajar agama dari ayahnya sendiri.[2]
Saat remaja, Jamil belajar kepada beberapa ulama di luar kampungnya. Beberapa gurunya di luar Jaho antara lain Syekh Aljufri di Gunung Rajo, Syekh al-Ayubi di Padang Ganting, dan Syekh Abdullah di Halaban.[3] Kepada ulama yang terakhir, Jamil Jaho belajar fikih dan usul fikih dan membantu Syekh Abdullah sebagai pengajar di surau.[4] Salah satu teman seperguruan Jamil Jaho di Halaban adalah Sulaiman ar-Rasuli.[5]
Pada 1908, Jamil berangkat haji ke Makkah sekaligus menuntut ilmu agama. Ia belajar kepada beberapa ulama Makkah seperti Syekh Ahmad Khatib al-Minankabawi, Syekh Ali al-Maliki, dan Syekh Mukhtar al-Affani. Setelah 10 tahun belajar di Mekkah, Muhammad Jamil kembali ke Minangkabau.[6]
Sebelum membentuk Perti, Syekh Muhammad Jamil Jaho pernah mendukung berkembangnya Muhammadiyah di Minangkabau.[9] Ia sempat mendirikan cabang Muhammadiyah di Guguk Malintang. Namun, ia kemudian mengundurkan diri dari Muhammadiyah setelah menghadiri kongres Muhammadiyah di Pekalongan pada 1927. Ia mengundurkan diri karena berseberangan dengan hasil muktamar yang menolak taklid mazhab.[10]
Kehidupan pribadi
Sebelum berangkat ke Makkah, Syekh Jamil Jaho menikah dengan gadis Tambangan yang bernama Saidah dan dari pernikahan itu, ia dikaruniai dua putri. Selama di Makkah, ia menikah dengan Zulaikha dari Sicincin, tetapi tidak menghasilkan keturunan. Setelah kembali ke Jaho, ia menikah lagi dengan Maryam asal Supayang yang melahirkan lima anak dan Nondeh yang melahirkan Rabiah Jamil dan Djamilah Jamil.[2]
Rabiah kemudian dinikahkan dengan murid Inyiak Jaho yang kelak menjadi tokoh utama Perti di Aceh, Abuya Muda Waly.[3] Para pimpinan MTI Jaho selain Buya Dalil Syarif berasal dari keluarga Inyiak Jaho.[11] Sementara itu, Djamilah dinikahkan dengan Syekh Muhammad Kanis Tuanku Tuah Tanyuah.[1]
Edwar (1981). Riwayat Hidup dan Perjuangan 20 Ulama Besar Sumatera Barat. Padang: Islamic Centre Sumatera Barat. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Koto, Alaidin (2012). Persatuan Tarbiyah Islamiyah: Sejarah, Paham Keagamaan, dan Pemikiran Politik 1945-1970. Jakarta: Rajawali Pers. ISBNÂ 978-602-425-230-4. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Putra, Apria; Ahmad, Chairullah (2011). Bibliografi Karya Ulama Minangkabau Awal Abad XX: Dinamika Intelektual Kaum Tua dan Kaum Muda. Padang: Suluah. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)