Sebagai anggota suku Magnoliaceae, kelompok ini merupakan cabang tumbuhan berbunga yang masih berciri tumbuhan purba, dapat dianggap sebagai fosil yang hidup karena asal-usulnya dapat ditelusuri hingga 95 juta tahun yang lalu. Ciri khas tumbuhan ini adalah perhiasan bunganya yang tidak tersusun dari mahkota bunga dan kelopak bunga, melainkan dari tenda bunga (tepal).
Daun dan bungaMichelia masih menyerupai daun dan bunga Magnolia. Bunga Michelia lebih tersebar di sepanjang batang tumbuhan, sedangkan bunga Magnolia hanya tumbuh di ujung batang.
Beberapa spesies merupakan penghasil kayu yang penting, sedangkan beberapa spesies seperti Michelia champaca (di Aceh dikenal sebagai bunga jeumpa) dan Michelia doltsopa ditanam karena bunganya. M. champaca juga dikembangbiakkan untuk diambil minyak dari bunganya sebagai bahan parfum. Beberapa spesies juga ditanam sebagai tanaman pembatas jalan seperti M. figo, M. doltsopa dan M. champaca.
Perubahan pada klasifikasi
Data morfologi[4] dan data molekuler[1][2] menunjukkan bahwa genus Michelia berkerabat dekat dengan anak marga Yualania daripada anak-anak marga lain anggota Magnolia. Dua kelompok botaniwan terpecah menyikapi hal ini. Kelompok pertama kemudian memasukkan Michelia sebagai anggota Magnolia. Kelompok kedua menjadikan Yualania sebagai marga di luar Magnolia untuk mempertahankan marga Michelia.
Jenis-jenis Michelia
Singkatan "M." dapat dibaca Magnolia ataupun Michelia, tergantung "aliran" yang dianut botaniwan sesuai perkembangan yang ada.
Michelia doltsopa (syn. M. manipurensis). Perdu atau pohon yang tinggi hingga 30 meter. Berasal dari pegunungan Himalaya timur dan hutan subtropis Meghalya. Daunnya berwarna hijau tua sepanjang 6 hingga 17cm. Bunganya berwarna putih krem. Disukai sebagai tanaman pinggir jalan di California.
Michelia figo: Cempaka mulia. Perdu atau pohon pendek yang tumbuhnya lambat. Dapat tumbuh hingga tingginya 5 meter. Daunnya kecil dan bunganya besar, berwarna putih kadang-kadang dengan warna ungu. Bunganya memiliki bau pisang.
12Azuma, H., L.B. Thien & S. Kawano (1999), Molecular phylogeny of Magnolia (Magnoliaceae) inferred from cpDNA sequences and evolutionary divergence of the floral scents. Journal of Plant Research 112(1107): 291-306
12Kim, S. et al. (2001), Phylogenetic relationships in family Magnoliaceae inferred from ndhF sequences. American Journal of Botany. 88(4): 717-728
↑Figlar, R.B. (2000), Proleptic branch initiation in Michelia and Magnolia subgenus Yulania provides basis for combinations in subfamily Magnolioideae. Dalam: Liu Yu-hu et al., Proceedings of the International Symposium on the Family Magnoliaceae. Pp. 14-25, Science Press, Beijing