Masjid di Korea Selatan adalah bangunan berbentuk masjid yang dibangun sebagai tempat ibadah bagi muslim di Korea Selatan. Pembangunan masjid di wilayah Korea Selatan diprakarsai oleh Federasi Muslim Korea yang dirintis oleh pasukan militer Turki yang muslim dan menjadi anggota Pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 1990, di wilayah Korea Selatan telah dibangun lima masjid dan jumlahnya bertambah menjadi sekurangnya 90 masjid pada awal abad ke-21 Masehi. Sebanyak delapan masjid di Korea Utara menjadi masjid utama yang dimanfaatkan oleh penduduk muslim di Korea Selatan untuk berbagai kegiatan berkaitan dengan Islam seperti dakwah dan pendidikan Islam.
Sejarah pembangunan
Pembangunan masjid di wilayah Korea Selatan diprakarsai oleh pasukan militer dari Turki yang ditugaskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan di Korea Selatan selama berlangsungnya Perang Korea yang bermula sejak tahun 1950. Pasukan militer Turki bertugas sebagai bagian dari Pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dan anggotanya terdiri dari orang Turki yang muslim. Selama bertugas, pasukan militer Turki mengajarkan tentang Islam kepada orang Korea di Korea Selatan. Pada tahun 1955, pasukan militer Turki yang bertugas di Korea Selatan mendirikan asosiasi bernama Masyarakat Muslim Korea. Pada tahun 1967, Masyarakat Muslim Korea telah berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan yang diberi nama Federasi Muslim Korea. Pada tahun 1976, Federasi Muslim Korea berhasil mendirikan sebuah masjid di Itaewon, Seoul. Masjid yang didirikan kemudian diberi nama Masjid Pusat Seoul.[1]
Pembangunan Masjid Pusat Seoul dimulai sejak bulan Oktober 1974 pada lahan yang diberikan secara sukarela oleh Pemerintah Korea Selatan. Biaya untuk pembangunan Masjid Pusat Seoul ditanggung oleh beberapa negara yang termasuk dalam Dunia Islam. Masjid Pusat Seoul pertama kali digunakan untuk masyarakat muslim di Korea Selatan pada tanggal 21 Mei 1976.[2]
Jumlah
Pada tahun 1990, di wilayah Korea Selatan telah dibangun lima masjid yaitu Masjid Seoul, Masjid Busan, Masjid Gwangju, Masjid Jeonju dan Masjid Ansan.[1][3] Setelah tahun 1990, jumlah masjid di wilayah Korea Selatan terus bertambah melalui pembangunan masjid baru. Pada masa kini, jumlah masjid di Korea Selatan sekurangnya 90 masjid.[1]
Pemanfaatan
Sebanyak delapan masjid di Korea Utara menjadi masjid utama yang dimanfaatkan oleh penduduk muslim di Korea Selatan untuk berbagai kegiatan berkaitan dengan Islam. Kedelapan masjid tersebut yaitu Masjid Seoul, Masjid Busan, Masjid Gwangju, Masjid Jeonju dan Masjid Ansan, Manjid Anyang, Masjid Bupyeong, dan Masjid Gyeonggi.[4] Pemanfaatan utama dari masjid-masjid yang ada di Korea Selatan adalah tempat ibadah bagi muslim di Korea Selatan. Selain itu, masjid-masjid di Korea Selatan digunakan untuk kegiatan dakwah dan pendidikan Islam. Kegiatan pendidikan Islam di dalam masjid-masjid yang ada di Korea Selatan umumnya dilakukan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Korea. Pengajaran dengan tiga bahasa berbeda dilakukan karena sebagian besar muslim di Korea Selatan merupakan imigran dari negara lain.[1]