Masjid ini juga telah melalui beberapa fase perkembangan sepanjang keberadaannya, baik dari segi arsitektural, ornamen, elemen prasasti atau lainnya.[1] Awalnya masjid ini dibangun di situs masjid yang lebih tua, tetapi sempat hancur pada tahun 1819 dikarenakan usia bangunan, dan direnovasi secara ekstensif pada tahun 1875. Masjid ini rusak berat selama Perang Dunia II, dan kemudian restorasi dilakukan pada tahun 1948. Pada tahun 1970-an, minaret dan balkon yang kondisinya memprihatinkan disingkirkan.[2][3]