Dalam wawancara tahun 2008, Kaldor mengatakan, "Masyarakat internasional selalu mengacaukan semua yang dilaluinya":
Sulit sekali menemukan satu contoh intervensi kemanusiaan pada 1990-an yang bisa dianggap sukses. Perdebatan mengenai apakah hak asasi manusia dapat dipaksa-tegakkan melalui militer semakin panas, apalagi setelah Kosovo. Selain itu, perang di Afghanistan dan Irak yang dilancarkan atas alasan kemanusiaan justru memunculkan pertanyaan atas alasan intervensinya.[8]
Kaldor, Mary (2009), "Protective security or protection rackets? War and sovereignty", dalam Kanbur, Ravi; Basu, Kaushik (ed.), Arguments for a better world: essays in honor of Amartya Sen | Volume II: Society, institutions and development, Oxford New York: Oxford University Press, hlm.470–487, ISBN9780199239979.
Artikel jurnal
Kaldor, Mary (2013). "In defence of new wars". Stability: International Journal of Security and Development. 2 (1). Ubiquity Press: 4. doi:10.5334/sta.at.Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
↑Toye, John (2011), "Social wellbeing and conflict: themes from the work of Frances Stewart", dalam FitzGerald, Valpy; Heyer, Judith; Thorp, Rosemary (ed.), Overcoming the persistence of inequality and poverty, Houndsmill, Basingstoke, Hampshire New York: Palgrave, ISBN9780230249707