Sekolapedia – 15 Agustus 2026 | Pertandingan Coppa Italia musim 2026/27 menyuguhkan drama yang luar biasa di Stadion Artemio Franchi. Dalam duel yang sangat dinantikan antara fiorentina vs benevento, tim tuan rumah menunjukkan kelasnya sebagai raksasa Serie A dengan melumat tim promosi Serie B tersebut lewat skor telak 4-1. Kemenangan ini memastikan langkah La Viola ke babak berikutnya tanpa hambatan berarti.
Sejak peluit pertama dibunyikan, dominasi Fiorentina sudah terasa sangat nyata. Hanya berselang dua menit setelah laga dimulai, Gudmundsson berhasil memecah kebuntuan melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan silang dari Arthur Atta. Gol cepat ini meruntuhkan mental para pemain Benevento yang datang dengan ambisi besar untuk mengejutkan tuan rumah.
Benevento sebenarnya sempat mencoba memberikan perlawanan melalui aksi individu Okereke dan Verdi yang tampil cukup menjanjikan. Namun, lini pertahanan mereka yang masih mencari bentuk terbaik justru menjadi lubang besar. Pada menit ke-35, Moise Kean menggandakan keunggulan Fiorentina melalui aksi akrobatik yang sangat indah, menaklukkan kiper Vannucchi dan membuat pendukung tuan rumah bersorak kegirangan. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Fiorentina tidak menurun. Ranieri menambah pundi-pundi gol pada menit ke-48 setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Tak lama berselang, tepatnya pada menit ke-50, Ndour mengunci kemenangan dengan tendangan kaki kiri yang akurat ke sudut gawang. Meskipun Lamesta berhasil mencetak gol hiburan bagi Benevento pada menit ke-55, laga fiorentina vs benevento ini sudah sepenuhnya dikuasai oleh anak asuh Fabio Grosso.
Sejarah Baru: Federico Croci Pemain Termuda Fiorentina
Di balik kemenangan besar ini, ada momen bersejarah yang tercipta di lapangan hijau. Federico Croci mencatatkan namanya dalam buku rekor klub sebagai pemain termuda yang pernah tampil dalam pertandingan resmi untuk Fiorentina. Pemain berbakat kelahiran 1 Juli 2010 ini masuk ke lapangan pada menit ke-65 menggantikan Arthur Atta.
Pada usia 16 tahun, 1 bulan, dan 13 hari, Croci tampil tanpa beban dan memberikan kesan positif bagi para penggemar. Performa impresifnya bukan hal baru, mengingat ia sebelumnya telah membawa tim Primavera Fiorentina menjuarai Viareggio Cup dan menjadi bagian dari timnas Italia U-17 yang meraih gelar juara Eropa di Estonia. Kehadirannya di laga fiorentina vs benevento menjadi sinyal kuat tentang masa depan cerah lini tengah La Viola.
Analisis Pertandingan dan Statistik Utama
Secara taktis, Benevento menunjukkan keberanian untuk bermain terbuka, namun mereka membayar mahal akibat kesalahan fatal di lini belakang. Pemain seperti Caldirola dan Scognamillo tampak kesulitan meredam pergerakan pemain cepat milik Fiorentina. Berikut adalah ringkasan statistik pertandingan:
| Statistik | Detail |
|---|---|
| Skor Akhir | Fiorentina 4-1 Benevento |
| Pencetak Gol Fiorentina | Gudmundsson (2′), Kean (35′), Ranieri (48′), Ndour (50′) |
| Pencetak Gol Benevento | Lamesta (55′) |
| Pemain Kunci | Federico Croci (Debut Rekor) |
| Lokasi | Stadion Artemio Franchi |
Kemenangan ini melengkapi daftar sukses tim-tim Serie A lainnya di putaran 32 Coppa Italia, di mana Parma, Cagliari, dan Monza juga berhasil melaju ke babak selanjutnya. Bagi Benevento, kekalahan dalam laga fiorentina vs benevento ini menjadi pelajaran berharga untuk segera memperkuat koordinasi pertahanan sebelum memulai perjuangan mereka di kompetisi Serie B.
Dengan hasil ini, Fiorentina kini menunggu lawan pemenang antara laga di babak berikutnya untuk melanjutkan ambisi mereka meraih trofi bergengsi Coppa Italia. Sementara itu, talenta muda seperti Croci dan Mastantuono semakin mempertegas bahwa regenerasi skuad di bawah asuhan Fabio Grosso berjalan di jalur yang benar.



Post Comment