Lingkungan pengendapanDiagram yang menunjukkan berbagai lingkungan pengendapan
Dalam geologi, lingkungan pengendapan mendeskripsikan gabungan proses-proses fisik, kimiawi dan biologis yang berkaitan dengan proses deposit suatu jenis sedimen, dan dengan demikian begitu juga jenis-jenis batuan yang akan terbentuk setelah litifikasi, bila sedimennya terawetkan pada catatan batuan. Pada kebanyakan kasus, lingkungan-lingkungan yang berkaitan dengan salah satu jenis batuan atau serangkaian jenis batuan dapat dicocokkan dengan analog-analog yang sudah ada. Namun, semakin tua sedimen tersebut terdeposit dalam skala waktu geologi, semakin mungkin bahwa analog modern langsung tidak tersedia (misalnya formasi besi berpita).
Jenis-jenis lingkungan pengendapan
Diagram yang menunjukkan lingkungan-lingkungan berbeda tempat deposit-deposit tsunami dapat terbentuk – sebagian setelah Shanmugam 2006 [1]Model lingkungan pengendapan formasi Cekungan Araripe, Brasil Timur laut.
Aluvial - Sedimen atau tanah longgar yang terkikis kemudian terendapkan ulang pada lingkungan non-laut. Ini adalah salah satu jenis deposit fluvial yang disebabkan oleh pergerakan air dalam bentuk kipas (Alluvial fan), serta mengandung sedimen-sedimen yang tidak berpori, tidak permeabel, serta terurut dengan baik.
Aeolian - Proses-proses karena aktivitas angin. Umumnya di wilayah gurun dan pesisir.
Fluvial - Proses-proses yang disebabkan oleh aliran air. Sedimen yang lumrah dijumpai adalah kerikil, pasir dan lanau.
Lakustrin - Sedimen yang terendapkan oleh danau. Sedimen yang lumrah dijumpai adalah lanau, pasir dan tanah liat.
Deltaik - Lingkungan pengendapan lanau di mulut sungai.[4] Sedimen yang lumrah dijumpai adalah lanau, pasir dan tanah liat.
Pasang surut - Perubahan ketinggian air karena gravitasi. Proses-prosesnya disebabkan oleh arus pasang surut.Sedimen yang lumrah dijumpai adalah lanau dan tanah liat.[5]
Laguna - Yaitu badan air dangkal yang terpisah dengan yang lebih besar oleh suatu massa daratan ramping. Sedikit transportasi terjadi, serta membentuk lingkungan dasar laguna. Sedimen yang umum ditemukan adalah karbonat (pada iklim tropis)
Pantai - Dareah berpartikel longgar di tepi air. Disebabkan oleh ombak dan arus pesisir. Ini membentuk pantai, bura, dan gosong pasir. Sedimen yang umum adalah kerikil dan pasir.
Danau - Badan air di tengah daratan dengan air yang relatif tenang.
Perairan laut dangkal - Lingkungan laut antara pesisir dan landas benua. Proses-prosesnya terjadi karena arus pasang surut dan ombak, dan membentuk lereng dan laguna. Sedimen yang umum adalah karbonat (pada iklim tropis) atau pasir, lanau, dan tanah liat (tempat-tempat lain).
Muka pantai atas - Bagian dasar laut yang cukup dangkal untuk dipengaruhi oleh pergerakan ombak sehari-hari
Muka pantai bawah - Bagian dasar laut yang tidak terpengaruh oleh ombak.
Dataran abisal - Wilayah datar di dasar laut dalam yang disebabkan oleh arus samudra. Sedimen yang umum adalah tanah liat, lumpur karbonat, dan lumpur silika
Terumbu karang - Bubungan batuan, koral, atau material lainnya yang disebabkan oleh ombak dan arus pasang surut. Sedimen yang umum adalah karbonat.
Lainnya
Evaporit - Deposit mineral yang terlarut oleh air yang disebabkan oleh evaporasi dari sebuah larutan.
Glasial - Badan es menetap yang bergerak menuruni lereng karena bobotnya sendiri
Identifikasi lingkungan pengendapan pada sedimen purba
Lingkungan pengendapan pada sedimen purba diidentifikasi dengan kombinasi dari fasies sedimen, keterkaitan fasies, struktur sedimen beserta fosilnya, terkhususnya susunan fosil jejak, karena mereka mengindikasikan lingkungan tempat pembuat fosilnya hidup.