Penolakan Makassar City FC untuk Perslutim sebagai tuan rumah di putaran final
Melalui surat resminya bernomor 046/B/MCFC-MKS/II/2023 tertanggal 21 Februari 2023 yang dikirim kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulsel, Makassar City FC sempat mengajukan penolakan bermain di putaran final jika Perslutim terpilih sebagai tuan rumah. Dalam suratnya tersebut juga mengajukan putaran final dilaksanakan di Stadion La Patau, Kabupaten Bone. Pihak Makassar City FC mengungkapkan bahwa timnya menolak bermain di kandang Perslutim karena berbagai alasan. Pertama, fasilitas di Luwu Timur tidak memadai, lapangan kurang bagus, ruang ganti pemain tidak ada. Pemain terpaksa ganti baju di pinggir lapangan. Hal ini sangat dirasakan timnya ketika bermain di putaran kedua beberapa waktu lalu. Kedua, timnya alami insiden buruk pada putaran kedua lalu di Lutim. Staf pelatih Makassar City FC alami pemukulan oleh ofisial Perslutim. Insiden dialami ini membuat Makassar City FC berjanji tidak akan bermain lagi di Luwu Timur untuk kali kedua. Makassar City FC mengaku, pihaknya siap bermain jika lokasi pertandingan dipindahkan ke Bone. Dia menilai, fasilitas di Stadion Lapatau, Bone lebih mendukung. Lapangan bagus dan ada loker room. Namun, Asprov PSSI Sulsel tidak memilih Bone karena salah satunya karena keamanan. Banyak penonton. Makassar City FC pun mengusulkan, jika dipermasalahkan keamanan lebih baik pertandingan tanpa penonton.[3]
Protes Perslutim terhadap dugaan pemalsuan data pemain Persibone
Pada Kamis, 2 Maret 2023, Manajer Perslutim, Kahar Nyiwi didampingi pengacaranya Agus Melas, melaporkan dugaan pemalsuan identitas penjaga gawang Persibone, Ansar Basri alias Reski Ismail di Polres Luwu Timur. Menurut pihak Perslutim, selama Liga 3 zona Sulsel dari putaran pertama hingga ketiga, Reski Ismail bermain untuk Persibone dan menjadi starter. Namun, nama terdaftar bukan nama Reski Ismail melainkan nama Ansar Basri alias Tyson. Dugaan pemalsuan indentitas terjadi di sini.
Reski Ismail pernah main di Liga 3 untuk tim Perspin Pinrang pada tahun 2017 silam dan Porda XVI 2018, ia memakai nama aslinya. Kemudian saat main di Liga 3 untuk tim Persibone tahun 2023, Reski mengatasnamakan Ansar Basri.
Kahar mengatakan, tidak akan berhenti sampai dugaan pelanggaran di tim Persibone, terang benderang. Ia menduga, Persibone sudah mengetahui identitas asli dari Reski Ismail, tetapi tetap saja dimainkan menggunakan identitas Ansar Basri. Ia mengatakan bahwa model tersebut tindakan tidak profesional dan ada dugaan pelanggaran hukum.
Kahar menambahkan, dugaan pelanggaran ini juga telah dilaporkan ke PSSI pusat dan telah diketahui Sekjen PSSI, Yunus Nusi. Diberitakan, Perslutim sudah mengirim surat protes kepada pengawas pertandingan Liga 3 putaran ketiga antara Persibone versus Perslutim. Surat dikirim Manajer Perslutim, Kahar Nyiwi, tertanggal Selasa 28 Februari 2023, usai laga Perslutim versus Persibone yang berakhir 1-2 untuk kemenangan Persibone di putaran ketiga.
Pihak Perslutim menemukan dugaan manipulasi umur yang dilakukan oleh pemain Persibone di Liga 3 Zona Sulsel ini. Kahar Nyiwi mengatakan bahwa keberatan dan protes atas pelaksanaan Liga 3 putaran ketiga (final four) zona Sulsel yang digelar di Lapangan Persesos Sorowako. Persibone diduga memainkan pemain di atas kelahiran 2000 lebih dari tiga orang, yakni Sulkifli, Muhammad Faisal, Ahmad Riqzan Ghulam, dan Ansar Basri. Persibone diduga melanggar pasal 31 aturan PSSI tentang pemain. Surat protes ini juga ditembuskan ke Ketua PSSI Pusat di Jakarta dan Asprov PSSI Sulsel.[4][5]