Terjemahan Baru: Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.[5]
"Telaga di Hesybon" adalah tempat penyimpanan air di luar tembok kota Hesybon, sekitar delapan kilometer di sebelah timur laut Gunung Nebo. Batrabim (arti harfiah: "putri orang banyak") mungkin menjadi nama salah satu gerbang Hesybon.[6]
Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur![7]
Ayat 13
Terjemahan Baru: Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku![8]
Tanaman "buah dudaim" (bahasa Inggris:mandrakecode: en is deprecated ) dianggap sebagai obat perangsang, yaitu obat untuk membangkitkan nafsu berahi (bandingkan Kejadian 30:14-17).[6]
Referensi
↑Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius.
↑W.S. Lasor. 2005. Pengantar Perjanjian Lama 2. Jakarta: BPK Gunung Mulia.