Akarnya sering bercabang-cabang. Di atas tanah tumbuhan ini mempunyai daun khas (a rosette of ovate-oblong to ovate, wrinkled, crisp, sinuate-dentate to entire leaves), panjangnya 5 hingga 40cm (2,0 hingga 15,7in), agak mirip tumbuhan tembakau. Buah dan bijinya beracun.[1]
Jika akar dudaim dimakan, dapat menimbulkan efek seperti muntah dan diare. Kandungan alkaloid bervariasi di antara berbagai tumbuhan dan dapat mengakibatkan keracunan tak disengaja.[2]
Sastra
Penggunaan dalam sastra kebanyakan bernuansa gelap:
Machiavelli menulis pada tahun 1518 suatu drama Mandragola (The Mandrake) di mana ceritanya berkisar dari penggunaan cairan duadim atau mandrake untuk merayu wanita.
Shakespeare merujuk empat kali kepada mandrake; dua kali di antaranya dengan nama mandragora.[3]