Kesombongan menurut Islam adalah hak mutlak bagi Allah selaku Tuhan. sifat sombong yang tercela pertama kali dilakukan oleh Iblis ketika menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Pada manusia, kesombongan dapat muncul karena adanya sifat ketergesa-gesaan yang merupakan bagian dari penciptaan manusia.
Kepemilikan
Dalam ajaran Islam, kesombongan adalah hak mutlak hanya bagi Allah selaku Tuhan. Salah satu nama Allah yaitu Al-Mutakabbir yang berarti Yang Maha Sombong. Di dalam Al-Qur'an, nama Al-Mutakabbir hanya disebutkan sekali saja.[1] Hak kesombongan dalam ajaran Islam hanya berlaku bagi Allah dan tidak bagi makhluk karena Allah memiliki kemaha-muliaan yang tidak dapat diukur dan tidak terbatas.[2]
Sejarah awal
Dalam ajaran Islam, sifat sombong yang tercela pertama kali terwujud dalam sikap Iblis sebagai makhluk yang menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam.[3] Iblis menolak perintah Allah karena merasa bahwa dirinya lebih baik dibandingkan dengan Adam berdasarkan bahan penciptaannya. Iblis di dalam Surah Al-A'raf ayat ke-12 menyatakan bahwa ia lebih baik karena diciptakan oleh Allah dari api, sedangkan Adam hanya diciptakan oleh Allah dari tanah.[4] Karena kesombongan Iblis, ia dinyatakan oleh Allah sebagai makhluk yang pertama kali berbuat ingkar kepada Allah.[3] Sikap sombong Iblis akhirnya membuat dirinya diusir dari surga dalam keadaan tercela dan terhinakan oleh Allah.[5]
Perolehan pada manusia
Kesombongan merupakan salah satu sifat yang dapat muncul pada sikap manusia. Penyebab manusia dapat bersikap sombong ialah adanya sifat tergesa-gesa yang menjadi bagian dari penciptaan manusia. Ketergesa-gesaan sebagai penyebab kesombongan pada manusia dinyatakan dalam Al-Qur'an pada Surah Al-Anbiya' ayat ke-37 dan pada Surah Al-Isra' ayat ke-11.[6]
12As-Shallabi, Ali Muhammad (Desember 2022). Zirzis, Achmad (ed.). Adam: Penciptaan Manusia Pertama[Qishshah Bad'i Al-Khalq wa Khalqu Adam Alaihissalam]. Diterjemahkan oleh Irham, M., dan Supar, M. M. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm.4. ISBN978-623-173-001-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: translators list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Ibrahim, A., dkk. (Juni 2021). Ismal, R, dkk. (ed.). Pengantar Ekonomi Islam(PDF). Jakarta: Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah - Bank Indonesia. hlm.347. ISBN978-602-60042-9-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)