[Jabatan Adat Istiadat, Ugama dan Kebajikan Masyarakat] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) (Departemen Adat, Agama dan Kesejahteraan Sosial)[5][6] didirikan pada tanggal 1 Juli 1954.[7] Pernah berlokasi di Kantor Umum Gedung Sekretariat Kerajaan (sekarang dikenal sebagai Gedung Sekretariat). Departemen ini dibentuk dengan menunjuk Pengiran Anak Haji Mohamed Alam sebagai [Pegawai Adat Istiadat, Ugama, dan Kebajikan Masyarakat] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) dengan persetujuan Sultan Omar Ali Saifuddien III.[8]
Pada tanggal 29 September 1959,[9] Bagian Agama berganti nama menjadi Departemen Urusan Agama (bahasa Melayu:Jabatan Hal Ehwal Ugamacode: ms is deprecated )[10][11] di bawah kekuasaan yang diberikan oleh Konstitusi Brunei 1959, dengan Pengiran Dato Seri Paduka Haji Ali menjabat sebagai pemimpin barunya.[8] Pada tanggal 21 Oktober 1970, pembangunan kantor pusat baru mereka senilai B$ 375.000 diselesaikan di Tutong, dekat Masjid Hassanal Bolkiah.[12]
Anggaran
Pada tahun anggaran 2021–2022, kementerian telah dialokasikan anggaran sebesar B$263 juta,[c] meningkat dua persen dari tahun sebelumnya.[1]
12Nama resmi Melayu pada saat pengangkatan adalah Pengiran Dato Seri Setia Haji Mohd Tashim bin Pengiran Haji Hassancode: ms is deprecated .[2]
↑Nama resmi Melayu pada saat pengangkatan adalah Pehin Udana Khatib Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Badaruddin bin Pengarah Dato Paduka Haji Awang Othmancode: ms is deprecated .[3]
Menon, K.U. (1987). "BRUNEI DARUSSALAM IN 1986: In Search of the Political Kingdom". Southeast Asian Affairs. 1987: 85–101. doi:10.1355/SEAA87F. JSTOR 27908570.