Pada 20 Mei 2024, Khan mengumumkan keputusan ICC untuk menerapkan perintah penangkapan terhadap perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu, menteri pertahanan Israel Yoav Gallant, dan pemimpin Hamas Yahya Sinwar, Mohammed Deif, dan Ismail Haniyeh atas dakwaan kejahatan perang dan kejahatan melawan kemanusiaan.[1][2][3] Pada November 2024, ICC mengeluarkan perintah penangkapan[4] terhadap Netanyahu, bersama dengan Gallant dan Deif.[a][7] Sebuah perintah penangkapan terhadap pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, juga diminta pada bulan yang sama. Pada Februari 2025, Kementerian Keuangan Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Khan setelah presiden AS Donald Trump mensanksi para pejabat ICC karena mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant atas dakwaan kejahatan perang di Gaza.[8] Sanksi AS mengakibatkan Microsoft memblokir akses Khan ke akun surat elektronik resminya, membuat ICC mengalihkan sistem digital mereka ke sumber terbuka alternatif.[9][10]
Khan secara sukarela mundur dari jabatan ketua jaksa pada Mei 2025 atas dakwaan pelecehan seksual[11][12] dan ia ditangguhkan sesambil menunggu keputusan terhadap dakwaan pelecehan seksual pada Juni 2026.[13][12] Pada Juli 2026, Khan dilengserkan dari jabatan ketua jaksa setelah 82 dari 125 negara anggota ICC menyatakan kesepakatan terhadap pemecatannya.[14]
Catatan
↑Sinwar dan Haniyeh dinyatakan telah gugur pada masa keputusan tersebut, namun tidak dengan Deif.[5][6]